PEMBINGKAIAN PEMBERITAAN KABUT ASAP PADA MEDIA ONILINE TERPILIH DI INDONESIA, MALAYSIA DAN SINGAPURA
Junaidi, Junaidi
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana media online terpilih di Indonesia,Malaysia dan singapura membingkai pemberitaan tentang asap di Indonesia dan menyebar Malaysia dan Singapura. Berita diambil dari Kompas.com, Utusan Malaysia Online, dan The Straits Times.com pada Juni 2013. Berita tersebut dianalisis menggunakan analisis framing yang diajukan oleh Robert M. Entman. Elemen yang didiskusikan dalam model ini adalah identifikasi, causal interpretation, evaluasi moral, dan rekomendasi penanggulangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura memiliki pembingkaian yang berbeda. Bingkai utama yang ditampilkan media Indonesia adalah persoalan kabut asap lebih disebabkan oleh faktor alam dari
pada faktor manusia, keterlibatan perusahaan Malaysia dan Singapura dalam pembakaran hutan, dan perlunya permintaan maaf pemerintah Indonesia kepada Malaysia dan Singapura. Sedangkan media Malaysia membingkai persoalan kabut
asap yang terjad1 dengan menampilkan penolakkan pihak Malaysia terhadap tuduhan yang menyatakan perusahaan dari Malaysia telah melakukan pembakaran hutan, Malaysia telah menawarkan bantuan bagi Indonesia dalam mengatasi kabut asap. Selanjutnya, media Singapura membingkai desakan Singapura kepada Indonesia untuk mengatasi kabut asap, pembakaran disebabkan orang Indonesia sendiri,dan penawaran Singapuran kepada Indonesia untuk membantu menyelesaikan kabut asap. Pembingkaian oleh ketiga media tersebut cenderung dipengaruhi oleh kepentingan negara masing-masing. Dapat disimpulkan bahwa setiap media berusaha untuk menunjukkan kesan positif bagi negara mereka dan menjaga image tersebut dengan cara manyalahkan yang lain. Namun demikian media dari Indonesia,Malaysia dan Singapura setuju secara bersama - sama merekomendasikan kerjasama antar negara untuk mengatasi masalah asap secara bersama-sama.
Kata Kunci : Asap, Media, Berita, Framing, Indonesia
pada faktor manusia, keterlibatan perusahaan Malaysia dan Singapura dalam pembakaran hutan, dan perlunya permintaan maaf pemerintah Indonesia kepada Malaysia dan Singapura. Sedangkan media Malaysia membingkai persoalan kabut
asap yang terjad1 dengan menampilkan penolakkan pihak Malaysia terhadap tuduhan yang menyatakan perusahaan dari Malaysia telah melakukan pembakaran hutan, Malaysia telah menawarkan bantuan bagi Indonesia dalam mengatasi kabut asap. Selanjutnya, media Singapura membingkai desakan Singapura kepada Indonesia untuk mengatasi kabut asap, pembakaran disebabkan orang Indonesia sendiri,dan penawaran Singapuran kepada Indonesia untuk membantu menyelesaikan kabut asap. Pembingkaian oleh ketiga media tersebut cenderung dipengaruhi oleh kepentingan negara masing-masing. Dapat disimpulkan bahwa setiap media berusaha untuk menunjukkan kesan positif bagi negara mereka dan menjaga image tersebut dengan cara manyalahkan yang lain. Namun demikian media dari Indonesia,Malaysia dan Singapura setuju secara bersama - sama merekomendasikan kerjasama antar negara untuk mengatasi masalah asap secara bersama-sama.
Kata Kunci : Asap, Media, Berita, Framing, Indonesia
Detail Information
- Publisher
- Universitas Lancang Kuning
- Tahun
- 2015
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2022-02-23T12:57:53Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah