KEANEKARAGAMAN DAN KEGUNAAN TUMBUHAN BAWAH PADA BEBERAPA TEGAKAN DI ARBORETUM BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SERAT TANAMAN HUTAN (BP2TSTH) KUOK
Siswanto, Arifin Budi
Tumbuhan bawah memiliki peran penting dalam upaya konservasi tanah
dan air di Indonesia. Salah satu fungsi tumbuhan bawah adalah tambahan sumber
bahan organik, mengurangi energi kinetik dari hujan dan kekuatan aliran permukaan
di atas tanah, untuk mencegah tererosi oleh air. Tumbuhan bawah juga berperan
penting dalam keberlangsungan ekosistem. Peran penting itu antara lain adalah
penyediaan unsur hara, mengendalikan erosi, membantu meningkatkan proses
masuknya air kedalam tanah (infiltrasi), sebagai sumber plasma nutfah, sumber obat�obatan, pakan ternak dan satwa hutan, serta manfaat lainnya yang belum diketahui.
Jenis meranti (Shorea spp.) dan gaharu (Aquilaria malaccensis) merupakan salah satu
jenis tanaman kehutanan yang telah memiliki nilai ekonomi tinggi dan dibudidayakan
oleh masyarakat Indonesia. Meranti merupakan jenis pohon yang dikembangkan
pada hutan tanaman yang termasuk dalam kelompok kayu pertukangan. Pohon gaharu
merupakan jenis penghasil gaharu yang bisa memberikan keuntungan ekonomi bagi
masyarakat.
Dari penjelasan di atas tumbuhan bawah di bawah tegakan meranti, gaharu
dan campuran di arboretum perlu diidentifikasi keanekaragaman dan kegunaannnya.
Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
“Keanekaragaman dan Kegunaan Tumbuhan Bawah pada Beberapa Tegakan
di Arboretum Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman
Hutan (BP2TSTH) Kuok”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis, keanekaragaman
dan kegunaan tumbuhan bawah pada tegakan meranti, gaharu dan tegakan campuran
yang ada di arboretum Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman
Hutan (BP2TSTH) Kuok.
Hasil penelitian yang telah dilakukan famili tumbuhan bawah yang
ditemukan di bawah tegakan meranti adalah 17 famili yang terdiri dari 23 jenis
tumbuhan bawah, dengan jumlah individu sebanyak 10.338. Tiga jenis dengan Nilai
INP tertinggi adalah adalah Paspalum conjugatum (86,51), Asystasia gangetica
(21,44), Centrosema pubescens (20,38). Indeks keanekaragamannya adalah 1,25.
Indek kemerataan 0,40. Famili tumbuhan bawah yang ditemukan di bawah tegakan
gaharu adalah 10 famili yang terdiri dari 13 jenis tumbuhan bawah, dengan jumlah
individu sebanyak 9.696. Tiga jenis dengan Nilai INP tertinggi adalah adalah
Paspalum conjugatum (103,80), Asystasia gangetica (32,91), Centrosema. pubescens
(20,58),. Indeks keanekaragamannya adalah 0,72. Indek kemerataan 0,28. Famili
tumbuhan bawah yang ditemukan di bawah tegakan campuran adalah 11 famili yang
terdiri dari 13 jenis tumbuhan bawah, dengan jumlah individu sebanyak 10.328. Tiga
jenis dengan Nilai INP tertinggi adalah adalah Paspalum conjugatum (104,68),
Asystasia gangetica (42,52), Centrosema pubescens (22,36). Indeks
keanekaragamannya adalah 0,72. Indek kemerataan 0,28. Tumbuhan bawah yang
ditemukan memiliki kegunaan untuk pakan ternak dan kesehatan. Untuk pakan ternak
kambing berjumlah 13 jenis, pakan ternak sapi berjumlah 18 jenis, sedangkan untuk
kesehatan adalah 20 jenis
dan air di Indonesia. Salah satu fungsi tumbuhan bawah adalah tambahan sumber
bahan organik, mengurangi energi kinetik dari hujan dan kekuatan aliran permukaan
di atas tanah, untuk mencegah tererosi oleh air. Tumbuhan bawah juga berperan
penting dalam keberlangsungan ekosistem. Peran penting itu antara lain adalah
penyediaan unsur hara, mengendalikan erosi, membantu meningkatkan proses
masuknya air kedalam tanah (infiltrasi), sebagai sumber plasma nutfah, sumber obat�obatan, pakan ternak dan satwa hutan, serta manfaat lainnya yang belum diketahui.
Jenis meranti (Shorea spp.) dan gaharu (Aquilaria malaccensis) merupakan salah satu
jenis tanaman kehutanan yang telah memiliki nilai ekonomi tinggi dan dibudidayakan
oleh masyarakat Indonesia. Meranti merupakan jenis pohon yang dikembangkan
pada hutan tanaman yang termasuk dalam kelompok kayu pertukangan. Pohon gaharu
merupakan jenis penghasil gaharu yang bisa memberikan keuntungan ekonomi bagi
masyarakat.
Dari penjelasan di atas tumbuhan bawah di bawah tegakan meranti, gaharu
dan campuran di arboretum perlu diidentifikasi keanekaragaman dan kegunaannnya.
Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
“Keanekaragaman dan Kegunaan Tumbuhan Bawah pada Beberapa Tegakan
di Arboretum Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman
Hutan (BP2TSTH) Kuok”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis, keanekaragaman
dan kegunaan tumbuhan bawah pada tegakan meranti, gaharu dan tegakan campuran
yang ada di arboretum Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman
Hutan (BP2TSTH) Kuok.
Hasil penelitian yang telah dilakukan famili tumbuhan bawah yang
ditemukan di bawah tegakan meranti adalah 17 famili yang terdiri dari 23 jenis
tumbuhan bawah, dengan jumlah individu sebanyak 10.338. Tiga jenis dengan Nilai
INP tertinggi adalah adalah Paspalum conjugatum (86,51), Asystasia gangetica
(21,44), Centrosema pubescens (20,38). Indeks keanekaragamannya adalah 1,25.
Indek kemerataan 0,40. Famili tumbuhan bawah yang ditemukan di bawah tegakan
gaharu adalah 10 famili yang terdiri dari 13 jenis tumbuhan bawah, dengan jumlah
individu sebanyak 9.696. Tiga jenis dengan Nilai INP tertinggi adalah adalah
Paspalum conjugatum (103,80), Asystasia gangetica (32,91), Centrosema. pubescens
(20,58),. Indeks keanekaragamannya adalah 0,72. Indek kemerataan 0,28. Famili
tumbuhan bawah yang ditemukan di bawah tegakan campuran adalah 11 famili yang
terdiri dari 13 jenis tumbuhan bawah, dengan jumlah individu sebanyak 10.328. Tiga
jenis dengan Nilai INP tertinggi adalah adalah Paspalum conjugatum (104,68),
Asystasia gangetica (42,52), Centrosema pubescens (22,36). Indeks
keanekaragamannya adalah 0,72. Indek kemerataan 0,28. Tumbuhan bawah yang
ditemukan memiliki kegunaan untuk pakan ternak dan kesehatan. Untuk pakan ternak
kambing berjumlah 13 jenis, pakan ternak sapi berjumlah 18 jenis, sedangkan untuk
kesehatan adalah 20 jenis
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2020
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2022-06-09T04:38:32Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah