POLA REHABILITASI HUTAN DAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT ( Studi Kasus Pada Masyarakat dan TWA Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar)
P., Serliana
Rehabilitasi hutan merupakan kegiatan untuk memulihkan kondisi kawasan
hutan yang mengalami kerusakan, sehingga pemilihan pola rehabilitasi hutan yang
tepat menjadi kunci utama dalam keberhasilan rehabilitasi hutan selain itu kegiatan
rehabilitasi hutan dapat berhasil dengan adanya partisipasi masyarakat yang ikut
terlibat secara langsung. Keterlibatan masyarakat yang berperan dalam rehabilitasi
hutan memiliki makna terutama kesadaran masyarakat yang mau menjaga dan
melestarikan hutan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola rehabilitasi hutan
yang digunakan, tingkat partisipasi masyarakat, dan keeratan hubungan karakteristik
masyarakat dengan tingkat partisipasi masyarakat.
Penelitian dilaksanakan di Desa Buluh Cina yang berada di Kecamatan Siak
Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian rehabilitasi hutan berada di blok
pemanfaatan dan dilaksanakan selama 3 bulan pada bulan Januari sampai Maret 2020.
Alat yang digunakan untuk penelitian adalah kamera, alat tulis, perekam suara, dan
laptop. Responden yang dipilih untuk penelitian sebanyak 30 responden untuk
partisipasi masyarakat dan pola rehabilitasi hutan dipilih sebanyak 3 responden yang
memahami kegiatan rehabilitasi hutan. Analisis korelasi rank spearman digunakan
untuk menganalisis korelasi karakteristik masyarakat dengan tingkat partisipasi
masyarakat.
Dari data yang diperoleh dilapangan diketahui pola rehabilitasi hutan memiliki
16 jenis tanaman diantaranya kehutanan dan MPTS (Multi Purpose Tree Species) yang
memiliki kriteria ekonomi untuk masyarakat dan ekologi untuk lingkungan bibit
diperoleh dari sumbangan pemerintah, pola rehabilitasi hutan di lapangan memiliki 2
pola yaitu pola rehabilitasi agroforestri digunakan jenis tanaman MPTS dan pola
reboisasi secara intensif areal kosong digunakan jenis tanaman kehutanan.
Tingkat partisipasi masyarakat rehabilitasi hutan terbagi menjadi 2 yaitu tingkat
partisipasi tahap perencanaan dan tingkat partisipasi tahap pelaksanaan untuk tingkat
partisipasi masyarakat tahap perencanaan tergolong tinggi dengan skor rata-rata 6.01
dan untuk tingkat partisipasi tahap pelaksanaan tergolong sangat tinggi dengan skor
rata-rata 14.2.
Tingkatan keeratan hubungan karakteristik dan partisipasi dalam tahap
perencanaan, pendidikan berhubungan sangat nyata dengan nilai 0,487** dan
pendapatan berhubungan nyata dengan nilai 0,440* sehingga hubungan kedua variabel
bersifat searah. Untuk tingkat keeratan hubungan karakteristik masyarakat tahap
pelaksanaan tidak adanya hubungan nyata hanya jarak tempuh yang memiliki nilai
positif sebesar 0,158.
hutan yang mengalami kerusakan, sehingga pemilihan pola rehabilitasi hutan yang
tepat menjadi kunci utama dalam keberhasilan rehabilitasi hutan selain itu kegiatan
rehabilitasi hutan dapat berhasil dengan adanya partisipasi masyarakat yang ikut
terlibat secara langsung. Keterlibatan masyarakat yang berperan dalam rehabilitasi
hutan memiliki makna terutama kesadaran masyarakat yang mau menjaga dan
melestarikan hutan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola rehabilitasi hutan
yang digunakan, tingkat partisipasi masyarakat, dan keeratan hubungan karakteristik
masyarakat dengan tingkat partisipasi masyarakat.
Penelitian dilaksanakan di Desa Buluh Cina yang berada di Kecamatan Siak
Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Penelitian rehabilitasi hutan berada di blok
pemanfaatan dan dilaksanakan selama 3 bulan pada bulan Januari sampai Maret 2020.
Alat yang digunakan untuk penelitian adalah kamera, alat tulis, perekam suara, dan
laptop. Responden yang dipilih untuk penelitian sebanyak 30 responden untuk
partisipasi masyarakat dan pola rehabilitasi hutan dipilih sebanyak 3 responden yang
memahami kegiatan rehabilitasi hutan. Analisis korelasi rank spearman digunakan
untuk menganalisis korelasi karakteristik masyarakat dengan tingkat partisipasi
masyarakat.
Dari data yang diperoleh dilapangan diketahui pola rehabilitasi hutan memiliki
16 jenis tanaman diantaranya kehutanan dan MPTS (Multi Purpose Tree Species) yang
memiliki kriteria ekonomi untuk masyarakat dan ekologi untuk lingkungan bibit
diperoleh dari sumbangan pemerintah, pola rehabilitasi hutan di lapangan memiliki 2
pola yaitu pola rehabilitasi agroforestri digunakan jenis tanaman MPTS dan pola
reboisasi secara intensif areal kosong digunakan jenis tanaman kehutanan.
Tingkat partisipasi masyarakat rehabilitasi hutan terbagi menjadi 2 yaitu tingkat
partisipasi tahap perencanaan dan tingkat partisipasi tahap pelaksanaan untuk tingkat
partisipasi masyarakat tahap perencanaan tergolong tinggi dengan skor rata-rata 6.01
dan untuk tingkat partisipasi tahap pelaksanaan tergolong sangat tinggi dengan skor
rata-rata 14.2.
Tingkatan keeratan hubungan karakteristik dan partisipasi dalam tahap
perencanaan, pendidikan berhubungan sangat nyata dengan nilai 0,487** dan
pendapatan berhubungan nyata dengan nilai 0,440* sehingga hubungan kedua variabel
bersifat searah. Untuk tingkat keeratan hubungan karakteristik masyarakat tahap
pelaksanaan tidak adanya hubungan nyata hanya jarak tempuh yang memiliki nilai
positif sebesar 0,158.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2020
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2022-06-09T04:40:12Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah