PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG POLA KEMITRAAN ANTARA PT. RAPP DENGAN MASYARAKAT ( Studi Kasus Kampung Olak Kecamatan Mandau )
Sinaga, Windaris S.
Dalam pembangunan ekonomi, pola kemitraan adalah salah satu jalan
untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Program kemitraan sudah banyak
diterapkan oleh perusahaan, salah satunya PT. Riau Andalan Pulp and Paper.
Kemitraan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan dengan masyarakat. seperti
yang terjadi di kampung Olak. Dikampung Olak terjalin kerjasama antara PT.
RAPP dengan masyarakat kampung Olak. Dalam kegiatan kerjasama antara
perusahaan dengan masyarakat tidaklah selalu berjalan sesuai dengan yang
diharapkan tentu saja bisa timbul masalah dalam kegiatan kerjasama ini.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat dan faktor
yang mempengaruhi persepsi masyarakat tentang pola kemitraan yang
diterapakan, kedua untuk mendeskripsikan proses kerjasama dan pola kemitraan
yang diterapkan, ketiga untuk mengetahui permasalahan yang terjadi antara PT.
RAPP dan masyarakat dalam penerapan pola kemitraan di HTI.
Penelitian ini dilakukan di Kampung Olak Kecamatan Mandau Kabupaten
Siak, dengan menggunakan metode kuisioner dan wawancara. Kuisioner
diberikan kepada 34 responden berisi pertanyaan yang dijawab oleh responden.
Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi langsung dari responden
yang mengerti tentang kerjasama dan masalah yang terjadi. Responden yang
diwawancarai adalah : kepala kampung Olak, tokoh masyarakat, salah satu
perwakilan perusahaan dan salah satu dari tim sembilan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi masyarakat tentang
kerjasama yang diterapkan termasuk dalam ketegori tinggi, sedangkan persepsi
masyarakat tentang permasalahan termasuk dalam kategori sedang. Terdapat
empat faktor yang dapat mempengaruhi persepsi yaitu : umur, pendidikan, jenis
kelamin, dan luas lahan. Berdasarkan hasil uji chi –square dari keempat faktor
tersebut hanya luas lahan yang mempengaruhi persepsi Pola kemitraan yang
diterapkan adalah sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil yang dimaksudkan adalah
masyarakat yang lahannya digunakan atau dipakai oleh perusahaan akan diberikan
royalti. Pemberian royalti ini dilakukan setelah kayu di panen atau selama satu
daur (4 tahun). Dalam kerjasama ini terdapat beberapa masalah yaitu masalah
tentang kecilnya royalti yang diberikan perusahaan sehingga masyarakat ingin
royalti yang diberikan perusahaan dinaikkan, dan masalah keterlambatan
pembayaran royalti. Pembayaran royalti sering sekali tidak sesuai dengan jadwal
yang sudah ditentukan.
untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Program kemitraan sudah banyak
diterapkan oleh perusahaan, salah satunya PT. Riau Andalan Pulp and Paper.
Kemitraan ini biasanya dilakukan oleh perusahaan dengan masyarakat. seperti
yang terjadi di kampung Olak. Dikampung Olak terjalin kerjasama antara PT.
RAPP dengan masyarakat kampung Olak. Dalam kegiatan kerjasama antara
perusahaan dengan masyarakat tidaklah selalu berjalan sesuai dengan yang
diharapkan tentu saja bisa timbul masalah dalam kegiatan kerjasama ini.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat dan faktor
yang mempengaruhi persepsi masyarakat tentang pola kemitraan yang
diterapakan, kedua untuk mendeskripsikan proses kerjasama dan pola kemitraan
yang diterapkan, ketiga untuk mengetahui permasalahan yang terjadi antara PT.
RAPP dan masyarakat dalam penerapan pola kemitraan di HTI.
Penelitian ini dilakukan di Kampung Olak Kecamatan Mandau Kabupaten
Siak, dengan menggunakan metode kuisioner dan wawancara. Kuisioner
diberikan kepada 34 responden berisi pertanyaan yang dijawab oleh responden.
Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi langsung dari responden
yang mengerti tentang kerjasama dan masalah yang terjadi. Responden yang
diwawancarai adalah : kepala kampung Olak, tokoh masyarakat, salah satu
perwakilan perusahaan dan salah satu dari tim sembilan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persepsi masyarakat tentang
kerjasama yang diterapkan termasuk dalam ketegori tinggi, sedangkan persepsi
masyarakat tentang permasalahan termasuk dalam kategori sedang. Terdapat
empat faktor yang dapat mempengaruhi persepsi yaitu : umur, pendidikan, jenis
kelamin, dan luas lahan. Berdasarkan hasil uji chi –square dari keempat faktor
tersebut hanya luas lahan yang mempengaruhi persepsi Pola kemitraan yang
diterapkan adalah sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil yang dimaksudkan adalah
masyarakat yang lahannya digunakan atau dipakai oleh perusahaan akan diberikan
royalti. Pemberian royalti ini dilakukan setelah kayu di panen atau selama satu
daur (4 tahun). Dalam kerjasama ini terdapat beberapa masalah yaitu masalah
tentang kecilnya royalti yang diberikan perusahaan sehingga masyarakat ingin
royalti yang diberikan perusahaan dinaikkan, dan masalah keterlambatan
pembayaran royalti. Pembayaran royalti sering sekali tidak sesuai dengan jadwal
yang sudah ditentukan.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2020
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2022-06-09T04:40:19Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah