Pengaruh Variasi Molaritas NaOH Terhadap Kuat Tekan Beton Geopolimer
Sianipar, Ruth Tiarma Elizabeth
Beton geopolimer merupakan beton tanpa semen yang menggunakan fly ash
sebagai binder. Kepekatan larutan aktivator berupa NaOH dan Na2SiO3 dapat
memengaruhi daya ikat fly ash terhadap agregat dan nilai kekuatan beton
geopolimer. Peningkatan nilai molaritas NaOH umumnya diikuti oleh peningkatan
kuat tekan beton geopolimer karena kandungan air di dalam larutan memengaruhi
kemampuan binder mengikat agregat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
pengaruh variasi molaritas NaOH terhadap kuat tekan beton geopolimer. Penelitian
menggunakan metode eksperimental di laboratorium dan metode korelasi product
moment untuk analisis hubungan. Penelitian ini menggunakan variasi molaritas
NaOH sebesar 8,0 M; 8,5 M; 9,0 M; 9,5 M dan 10,0 M. Nilai alkali/fly ash adalah
0,5 dan perbandingan antara Na2SiO3 dengan NaOH sebesar 1,5 : 1. Benda uji
berbentuk silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Pengujian
dilakukan pada umur 28 hari dengan perawatan pada suhu ruang. Hasil pengujian
XRF menunjukkan bahwa fly ash PLTU Tenayan Raya termasuk ke dalam kelas F.
Nilai kuat tekan tertinggi rata-rata dihasilkan oleh variasi NaOH 10,0 M, yaitu
sebesar 10,620 MPa. Berdasarkan analisis hubungan, terdapat korelasi yang sangat
tinggi dan searah antara molaritas NaOH dengan kuat tekan beton geopolimer
dimana diperoleh nilai r sebesar +0,983. Semakin tinggi konsentrasi molaritas
NaOH akan meningkatkan nilai kuat tekan beton geopolimer. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa variasi molaritas NaOH berpengaruh terhadap nilai kuat tekan
beton geopolimer.
sebagai binder. Kepekatan larutan aktivator berupa NaOH dan Na2SiO3 dapat
memengaruhi daya ikat fly ash terhadap agregat dan nilai kekuatan beton
geopolimer. Peningkatan nilai molaritas NaOH umumnya diikuti oleh peningkatan
kuat tekan beton geopolimer karena kandungan air di dalam larutan memengaruhi
kemampuan binder mengikat agregat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
pengaruh variasi molaritas NaOH terhadap kuat tekan beton geopolimer. Penelitian
menggunakan metode eksperimental di laboratorium dan metode korelasi product
moment untuk analisis hubungan. Penelitian ini menggunakan variasi molaritas
NaOH sebesar 8,0 M; 8,5 M; 9,0 M; 9,5 M dan 10,0 M. Nilai alkali/fly ash adalah
0,5 dan perbandingan antara Na2SiO3 dengan NaOH sebesar 1,5 : 1. Benda uji
berbentuk silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Pengujian
dilakukan pada umur 28 hari dengan perawatan pada suhu ruang. Hasil pengujian
XRF menunjukkan bahwa fly ash PLTU Tenayan Raya termasuk ke dalam kelas F.
Nilai kuat tekan tertinggi rata-rata dihasilkan oleh variasi NaOH 10,0 M, yaitu
sebesar 10,620 MPa. Berdasarkan analisis hubungan, terdapat korelasi yang sangat
tinggi dan searah antara molaritas NaOH dengan kuat tekan beton geopolimer
dimana diperoleh nilai r sebesar +0,983. Semakin tinggi konsentrasi molaritas
NaOH akan meningkatkan nilai kuat tekan beton geopolimer. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa variasi molaritas NaOH berpengaruh terhadap nilai kuat tekan
beton geopolimer.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-01-31T17:43:46Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah