Persepsi Masyarakat Terhadap Daya Tarik Objek Wisata Mangrove Di Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti
Handayani, Dini
Hutan bakau (mangrove) dengan keunikan yang dimilikinya, merupakan
sumberdaya alam yang sangat berpotensi untuk dijadikan objek tempat kunjungan
wisata yang menarik. Penerapan prinsip ekowisata di kawasan hutan mangrove
merupakan salah satu pendekatan dalam pemanfaatan ekosistem hutan mangrove
secara lestari. Selain untuk menikmati keindahan alam juga melibatkan unsur- unsur
pendidikan, pemahaman serta dukungan terhadap upaya-upaya konservasi alam dan
meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Ekowisata Hutan Mangrove
Desa Banglas merupakan salah satu objek wisata yang terdapat di Kepulauan
Meranti. Keberadaan ekowisata hutan mangrove ini dapat meningkatkan jumlah
pengunjung untuk datang ke Ekowisata Hutan Mangrove Desa Banglas tersebut.
Pengadaan objek wisata ini memberikan peranan yang sangat penting bagi
masyarakat maupun pemerintah setempat untuk melakukan pengelolaan hutan
mangrove dengan baik. Pembukaan objek wisata hutan mangrove ini dapat
menambah wawasan kepada pengunjung bahwa hutan bukan hanya sebagai
penghasil kayu akan tetapi dapat dijadikan sebagai objek wisata yang tak kalah
menarik dari objek-objek wisata lainnya.
Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi masyarakat terhadap daya
tarik objek wisata mangrove di Desa Banglas Kecamatan Tebing Tinggi
Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian dilakukan pada bulan Januari - Februari
2021 di Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Pengumpulan data dan sumber data ialah data primer dalam penelitian ini yaitu data
yang dikumpulkan secara langsung dari sumber utamanya yang diperoleh dari
penyebaran kuesioner kepada responden dan hasil wawancara. Sementara, data
sekunder data yang diperoleh melalui pihak lain atau berdasarkan data yang telah
diolah sebelumnya, berupa data dalam bentuk jadi yang telah dimiliki yang
digunakan sebagai pelengkap didalam pelaksanaan penelitian ini meliputi kondisi
umum lokasi penelitian.
Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi lapangan penelitian
objek wisata, wawancara dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh
pewawancara kepada pengelola Kawasan Objek Wisata Mangrove Desa Banglas
serta kepada Kepala Desa Banglas yang kemudian dicatat atau direkam. Kuisioner
yang memungkinkan untuk analisis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku
dan karakteristik pengunjung. Berdasarkan jenis data yang di kumpulkan, penelitian
ini menggunakan analisis data deskriptif. Data yang terkumpul lalu ditabulasi
berdasarkan jumlah responden yang memilih jawaban berdasarkan pertanyaan
masing-masing. Setelah itu, data hasil tabulasi dianalisis yaitu dengan menghitung
persentase tiap-tiap pilihan jawaban.
Pengunjung menyatakan persepsi mereka menarik terhadap objek yang
ada dari total responden dengan rata-rata skor penilaian 61.5 %. Skor penilaian yang
menarik dengan penilaian terbesar pada pemandangan alam yaitu 68% sementara
yang paling terendah pada daya tarik wisata hewan dengan penilaian
55%. Sedangkan yang menyatakan bahwa lokasi tersebut sangat menarik ialah
dengan penilaian 28.5%. Persepsi responden yang menyatakan lokasi penelitian
kurang menarik ialah sebesar 0.5% dan tidak ada persepsi dari responden yang
menyatakan lokasi penelitian ini tidak menarik.
Persepsi terhadap aksesibilitas menuju objek wisata mangrove sudah
dalam kriteria mendukung dibuktikan dengan pesentase sebesar 71%. Ketersediaaan
sarana transportasi juga mendukung dibuktikan dengan pesentase sebesar 66%,
karena di tempat wisata ini sudah tersedianya tranportasi bagi para wisatawan.
Masyarakat setuju bahwa papan rambu-rambu sudah dalam kriteria mendukung
dibuktikan dengan pesentase sebesar 66%. Kondisi fisik sarana dan prasarana
seperti tempat parkir, warung, pusat informasi, tempat sampah, shelter/pondok,
toilet musholla, dan jalan setapak semua dalam kriteria baik dibuktikan dengan ratarata 70,5%. Pengunjung mengatakan bahwa tempat parkir yang tersedia dengan
kondisi fisik yang baik dan kendaraan para pengunjung yang datang tertata dengan
rapi, untuk kondisi fisik warung juga baik, terdapat beberapa warung yang ada
di objek wisata, untuk kondisi fisik pusat informasi juga baik sehingga pengunjung
mudah memeperoleh informasi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di objek wisata mangrove
bahwa persepsi masyarakat terhadap kondisi kebersihan fasilitas/sarana prasarana
yang ada di objek wisata mangrove dapat dinyatakan bahwa kondisi kebersihan
sarana dan prasarana seperti tempat parkir, warung, pusat informasi, tempat sampah,
shelter/pondok, toilet musholla, dan jalan setapak semua dalam kriteria baik
dibuktikan dengan rata-rata 72,9%. Persepsi terhadap kepuasan dalam penggunaan
fasilitas/sarana prasarana yang ada di objek wisata mangrove dapat dilihat
masyarakat mengatakan bahwa kepuasan dalam penggunaan sarana dan prasarana
seperti tempat parkir, warung, pusat informasi, tempat sampah, shelter/pondok,
toilet musholla, dan jalan setapak semua dalam kriteria puas dibuktikan dengan ratarata 70,6%.
sumberdaya alam yang sangat berpotensi untuk dijadikan objek tempat kunjungan
wisata yang menarik. Penerapan prinsip ekowisata di kawasan hutan mangrove
merupakan salah satu pendekatan dalam pemanfaatan ekosistem hutan mangrove
secara lestari. Selain untuk menikmati keindahan alam juga melibatkan unsur- unsur
pendidikan, pemahaman serta dukungan terhadap upaya-upaya konservasi alam dan
meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Ekowisata Hutan Mangrove
Desa Banglas merupakan salah satu objek wisata yang terdapat di Kepulauan
Meranti. Keberadaan ekowisata hutan mangrove ini dapat meningkatkan jumlah
pengunjung untuk datang ke Ekowisata Hutan Mangrove Desa Banglas tersebut.
Pengadaan objek wisata ini memberikan peranan yang sangat penting bagi
masyarakat maupun pemerintah setempat untuk melakukan pengelolaan hutan
mangrove dengan baik. Pembukaan objek wisata hutan mangrove ini dapat
menambah wawasan kepada pengunjung bahwa hutan bukan hanya sebagai
penghasil kayu akan tetapi dapat dijadikan sebagai objek wisata yang tak kalah
menarik dari objek-objek wisata lainnya.
Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi masyarakat terhadap daya
tarik objek wisata mangrove di Desa Banglas Kecamatan Tebing Tinggi
Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian dilakukan pada bulan Januari - Februari
2021 di Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Pengumpulan data dan sumber data ialah data primer dalam penelitian ini yaitu data
yang dikumpulkan secara langsung dari sumber utamanya yang diperoleh dari
penyebaran kuesioner kepada responden dan hasil wawancara. Sementara, data
sekunder data yang diperoleh melalui pihak lain atau berdasarkan data yang telah
diolah sebelumnya, berupa data dalam bentuk jadi yang telah dimiliki yang
digunakan sebagai pelengkap didalam pelaksanaan penelitian ini meliputi kondisi
umum lokasi penelitian.
Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi lapangan penelitian
objek wisata, wawancara dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh
pewawancara kepada pengelola Kawasan Objek Wisata Mangrove Desa Banglas
serta kepada Kepala Desa Banglas yang kemudian dicatat atau direkam. Kuisioner
yang memungkinkan untuk analisis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku
dan karakteristik pengunjung. Berdasarkan jenis data yang di kumpulkan, penelitian
ini menggunakan analisis data deskriptif. Data yang terkumpul lalu ditabulasi
berdasarkan jumlah responden yang memilih jawaban berdasarkan pertanyaan
masing-masing. Setelah itu, data hasil tabulasi dianalisis yaitu dengan menghitung
persentase tiap-tiap pilihan jawaban.
Pengunjung menyatakan persepsi mereka menarik terhadap objek yang
ada dari total responden dengan rata-rata skor penilaian 61.5 %. Skor penilaian yang
menarik dengan penilaian terbesar pada pemandangan alam yaitu 68% sementara
yang paling terendah pada daya tarik wisata hewan dengan penilaian
55%. Sedangkan yang menyatakan bahwa lokasi tersebut sangat menarik ialah
dengan penilaian 28.5%. Persepsi responden yang menyatakan lokasi penelitian
kurang menarik ialah sebesar 0.5% dan tidak ada persepsi dari responden yang
menyatakan lokasi penelitian ini tidak menarik.
Persepsi terhadap aksesibilitas menuju objek wisata mangrove sudah
dalam kriteria mendukung dibuktikan dengan pesentase sebesar 71%. Ketersediaaan
sarana transportasi juga mendukung dibuktikan dengan pesentase sebesar 66%,
karena di tempat wisata ini sudah tersedianya tranportasi bagi para wisatawan.
Masyarakat setuju bahwa papan rambu-rambu sudah dalam kriteria mendukung
dibuktikan dengan pesentase sebesar 66%. Kondisi fisik sarana dan prasarana
seperti tempat parkir, warung, pusat informasi, tempat sampah, shelter/pondok,
toilet musholla, dan jalan setapak semua dalam kriteria baik dibuktikan dengan ratarata 70,5%. Pengunjung mengatakan bahwa tempat parkir yang tersedia dengan
kondisi fisik yang baik dan kendaraan para pengunjung yang datang tertata dengan
rapi, untuk kondisi fisik warung juga baik, terdapat beberapa warung yang ada
di objek wisata, untuk kondisi fisik pusat informasi juga baik sehingga pengunjung
mudah memeperoleh informasi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di objek wisata mangrove
bahwa persepsi masyarakat terhadap kondisi kebersihan fasilitas/sarana prasarana
yang ada di objek wisata mangrove dapat dinyatakan bahwa kondisi kebersihan
sarana dan prasarana seperti tempat parkir, warung, pusat informasi, tempat sampah,
shelter/pondok, toilet musholla, dan jalan setapak semua dalam kriteria baik
dibuktikan dengan rata-rata 72,9%. Persepsi terhadap kepuasan dalam penggunaan
fasilitas/sarana prasarana yang ada di objek wisata mangrove dapat dilihat
masyarakat mengatakan bahwa kepuasan dalam penggunaan sarana dan prasarana
seperti tempat parkir, warung, pusat informasi, tempat sampah, shelter/pondok,
toilet musholla, dan jalan setapak semua dalam kriteria puas dibuktikan dengan ratarata 70,6%.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:48:24Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah