Tingkat Kenyamanan Di Universitas Lancang Kuning Setelah Penebangan Pohon Berdasarkan Iklim Mikro
Putra, Egis Aulia
Kondisi iklim pada suatu ruang penting artinya bagi kehidupan manusia,
tumbuhan dan hewan, karena kondisi udara pada skala mikro yang akan
berkontak langsung dengan makhluk- makhluk hidup. Ke-empat komponen yang
ada pada iklim mikro seperti suhu udara, kelembaban udara, intensitas cahaya dan
kecepatan angin, saling berkaitan terhadap perubahan lingkungan disekitarnya.
Universitas Lancang Kuning adalah salah satu perguruan tinggi yang berada di
Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia. Universitas Lancang Kuning melakukan
penebangan pohon yang menyebabkan berkurangnya jumlah vegetasi dan
berdampak pada unsur iklim mikro yang diperkirakan juga akan berpengaruh
terhadap tingkat kenyamanan, oleh karena itu perlu dikaji sejauh mana perubahan
yang telah terjadi setelah penebangan pohon dan pengaruhnya terhadap tingkat
kenyamanan.
Penelitian ini bertujuan mengukur iklim mikro dan tingkat kenyamanan
setelah penebangan pohon di Universitas Lancang Kuning serta menganalisis
tingkat pemahaman warga kampus Universitas Lancang Kuning tentang faktorfaktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan. Penelitian ini dilakukan di
sepuluh titik pada kawasan lokasi penelitian di Universitas Lancang Kuning yang
dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2021. Pengumpulan data dan sumber data
dalam penelitian ini ialah data primer dalam penelitian ini yaitu menggunakan
metode survey dengan cara pengukuran langsung di lokasi penelitian. Data primer
yang dikumpulkan berupa suhu udara, kelembaban udara, intensitas cahaya, dan
kecepatan angin, serta melakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner.
Sementara data sekunder yaitu data yang didapat dari pihak lain atau pada
penelitian-penelitian sebelumnya. Teknik analisis data dalam penelitian ini
menggunakan metode Temperature humadity indeks (THI) untuk mendapatkan
tingkat kenyamanan di lokasi penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa iklim mikro di
Universitas Lancang Kuning mengalami peningkatan setelah adanya kegiatan
penebangan pohon-pohonan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran intensitas
cahaya di kawasan fakultas ilmu komputer sebagai kawasan dengan nilai
intensitas cahaya, suhu udara dan kecepatan angin tertinggi dibanding kawasan
lainnya. Sedangkan kelembaban udara terendah juga terjadi di kawasan yang
sama. Salah satu faktor penyebab tinggi dan rendahnya angka unsur iklim mikro
suatu kawasan adalah jumlah vegetasi yang sedikit di kawasan tersebut.
Sedangkan kawasan dengan nilai rata-rata intensitas cahaya, suhu udara dan
kecepatanan angin bulanan terendah terjadi di kawasan Arboretum. Hal ini karena
jumlah vegetasi di kawasan tersebut banyak sehingga mampu mengendalikan
iklim mikro di kawasan tersebut.
Tingkat kenyamanan di Universitas Lancang Kuning pada saat ini
tergolong sebagai kawasan tidak nyaman berdasarkan index THI dengan angka
sebesar 29,24. Adapun kawasan dengan nilai THI yang tergolong sebagai kawasan
nyaman yaitu Fakultas Kehutanan dan Arboretum, sedangkan kawasan lainnya
tergolong sebagai kawasan tidak nyaman. Hal ini dikarenakan jumlah vegetasi di
kawasan tersebut masih banyak serta suhu udara dan kelembaban udaranya masih
seimbang sehingga angka THI di kawasan tersebut masih rendah bila
dibandingkan dengan kawasan lainnya.
Pemahaman responden tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat
kenyamanan berdasarkan data dari kuesioner yang telah dibagikan kepada 30
orang responden menunjukkan bahwa jawaban responden dengan kategori paham
sebanyak 21 orang (70%), dan kategori sangat paham ada 9 orang responden
(30%). Dapat dikatakan bahwa warga kampus Universitas Lancang Kuning
memiliki pemahaman yang baik terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi
tingkat kenyamanan.
tumbuhan dan hewan, karena kondisi udara pada skala mikro yang akan
berkontak langsung dengan makhluk- makhluk hidup. Ke-empat komponen yang
ada pada iklim mikro seperti suhu udara, kelembaban udara, intensitas cahaya dan
kecepatan angin, saling berkaitan terhadap perubahan lingkungan disekitarnya.
Universitas Lancang Kuning adalah salah satu perguruan tinggi yang berada di
Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia. Universitas Lancang Kuning melakukan
penebangan pohon yang menyebabkan berkurangnya jumlah vegetasi dan
berdampak pada unsur iklim mikro yang diperkirakan juga akan berpengaruh
terhadap tingkat kenyamanan, oleh karena itu perlu dikaji sejauh mana perubahan
yang telah terjadi setelah penebangan pohon dan pengaruhnya terhadap tingkat
kenyamanan.
Penelitian ini bertujuan mengukur iklim mikro dan tingkat kenyamanan
setelah penebangan pohon di Universitas Lancang Kuning serta menganalisis
tingkat pemahaman warga kampus Universitas Lancang Kuning tentang faktorfaktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan. Penelitian ini dilakukan di
sepuluh titik pada kawasan lokasi penelitian di Universitas Lancang Kuning yang
dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2021. Pengumpulan data dan sumber data
dalam penelitian ini ialah data primer dalam penelitian ini yaitu menggunakan
metode survey dengan cara pengukuran langsung di lokasi penelitian. Data primer
yang dikumpulkan berupa suhu udara, kelembaban udara, intensitas cahaya, dan
kecepatan angin, serta melakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner.
Sementara data sekunder yaitu data yang didapat dari pihak lain atau pada
penelitian-penelitian sebelumnya. Teknik analisis data dalam penelitian ini
menggunakan metode Temperature humadity indeks (THI) untuk mendapatkan
tingkat kenyamanan di lokasi penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa iklim mikro di
Universitas Lancang Kuning mengalami peningkatan setelah adanya kegiatan
penebangan pohon-pohonan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran intensitas
cahaya di kawasan fakultas ilmu komputer sebagai kawasan dengan nilai
intensitas cahaya, suhu udara dan kecepatan angin tertinggi dibanding kawasan
lainnya. Sedangkan kelembaban udara terendah juga terjadi di kawasan yang
sama. Salah satu faktor penyebab tinggi dan rendahnya angka unsur iklim mikro
suatu kawasan adalah jumlah vegetasi yang sedikit di kawasan tersebut.
Sedangkan kawasan dengan nilai rata-rata intensitas cahaya, suhu udara dan
kecepatanan angin bulanan terendah terjadi di kawasan Arboretum. Hal ini karena
jumlah vegetasi di kawasan tersebut banyak sehingga mampu mengendalikan
iklim mikro di kawasan tersebut.
Tingkat kenyamanan di Universitas Lancang Kuning pada saat ini
tergolong sebagai kawasan tidak nyaman berdasarkan index THI dengan angka
sebesar 29,24. Adapun kawasan dengan nilai THI yang tergolong sebagai kawasan
nyaman yaitu Fakultas Kehutanan dan Arboretum, sedangkan kawasan lainnya
tergolong sebagai kawasan tidak nyaman. Hal ini dikarenakan jumlah vegetasi di
kawasan tersebut masih banyak serta suhu udara dan kelembaban udaranya masih
seimbang sehingga angka THI di kawasan tersebut masih rendah bila
dibandingkan dengan kawasan lainnya.
Pemahaman responden tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat
kenyamanan berdasarkan data dari kuesioner yang telah dibagikan kepada 30
orang responden menunjukkan bahwa jawaban responden dengan kategori paham
sebanyak 21 orang (70%), dan kategori sangat paham ada 9 orang responden
(30%). Dapat dikatakan bahwa warga kampus Universitas Lancang Kuning
memiliki pemahaman yang baik terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi
tingkat kenyamanan.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:48:29Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah