Kualitas Madu Lebah Apis Mellifera Pada HTI Acacia Crassicarpa Di Lahan Gambut Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak
Riyanto, Handi
Riau terkenal dengan Hutan Tanaman Industri (HTI) nya yang luas, Salah
satu lokasi di Provinsi Riau yang dimanfaatkan sebagai lokasi beternak lebah madu
Apis mellifera yaitu di Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak yang sebagian
wilayahnya terdiri dari jenis tanah gambut. Areal konsesi yang ditanami Acacia
crassicarpa sangat luas, sehingga areal tersebut dinilai sangat berpotensi sebagai
lokasi budidaya lebah madu Apis mellifera. Melimpahnya produksi madu lebah
Apis melliferayang berasal dari Kecamatan Sungai Mandau, sehingga perlu
dilakukan penelitian kualitas madu hasil budidaya yang berasal dari kecamatan
Sungai Mandau. Sehingga informasi ini akan sangat berguna bagi sumber
pengetahuan bagi masyarakat luas, Sehingga harapannya juga dapat meningkatkan
penjualan madu Apis mellifera. Berdasarkan latar belakang di atas maka penelitian
terhadap budidaya lebah madu Apis mellifera di Kabupaten Siak diberi judul
“Kualitas Madu Lebah Apis mellifera pada HTI Lahan Gambut Di Kecamatan
Sungai Mandau Kabupaten Siak”.
Tujuan penelitian ini yaitu : 1.) menganalisis kualitas madu Apis mellifera
pada HTI lahan gambut di Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak. 2.)
membandingkan kualitas madu Apis mellifera pada HTI lahan gambut di
Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak dengan SNI 8664-2018. Lokasi
penelitian ini di Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak dan Laboratorium
Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning. Variabel kualitas yang diuji yaitu
kadar air, kadar gula total, kadar keasaman, berat jenis, pH, kadar abu, dan padatan
madu yang tak larut dalam air. Data yang diperoleh dibandingkan dengan SNI
8664-2018 dan juga dianalisis dengan uji t satu kelompok sampel dengan
menggunakan aplikasi SPSS.
Hasil pengujian madu Apis mellifera di Laboratorium yang terdiri dari
pengujian kadar air dengan rata-rata sebesar 23,4 %. kadar gula total yaitu rata-rata
sebesar 74,72 % Brix, kadar keasaman rata-rata sebesar 148,2506 ml NaOH/kg,
berat jenis dengan rata-rata sebesar 1,4394, pH dari madu yaitu bernilai 5,5, ratarata kadar abu yaitu 0,1445 %, dan padatan madu yang tak larut dalam air dengan
nilai rata-rata sebesar 0,5 %. Dalam penelitian ini hanya kadar abu, dan padatan
madu yang tak larut dalam air saja yang memenuhi standar mutu madu dalam SNI
8664-2018.
Hasil uji t satu kelompok sampel didapatkan nilai sig (2-tailed) dari kadar
air sebesar 0,000, kadar abu sebesar 0,007, kadar keasaman sebesar 0,000 dan
padatan madu yang tidak larut dalam air sebesar 0,374. Dari hasil uji t satu
kelompok sampel hanya padatan madu yang tak larut dalam air saja yang hasilnya
tidak berbeda nyata dengan standar mutu madu berdasarkan SNI 8664-2018.
Namun untuk kadar abu walaupun dinyatakan berbeda nyata tetapi hasil pengujian
Laboratorium telah memenuhi syarat mutu madu berdasarkan SNI 8664-2018,
bahkan hasil pengujian kadar abu lebih rendah bila dibandingkan dengan nilai
maksimum kadar abu dari SNI 8664-2018.
satu lokasi di Provinsi Riau yang dimanfaatkan sebagai lokasi beternak lebah madu
Apis mellifera yaitu di Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak yang sebagian
wilayahnya terdiri dari jenis tanah gambut. Areal konsesi yang ditanami Acacia
crassicarpa sangat luas, sehingga areal tersebut dinilai sangat berpotensi sebagai
lokasi budidaya lebah madu Apis mellifera. Melimpahnya produksi madu lebah
Apis melliferayang berasal dari Kecamatan Sungai Mandau, sehingga perlu
dilakukan penelitian kualitas madu hasil budidaya yang berasal dari kecamatan
Sungai Mandau. Sehingga informasi ini akan sangat berguna bagi sumber
pengetahuan bagi masyarakat luas, Sehingga harapannya juga dapat meningkatkan
penjualan madu Apis mellifera. Berdasarkan latar belakang di atas maka penelitian
terhadap budidaya lebah madu Apis mellifera di Kabupaten Siak diberi judul
“Kualitas Madu Lebah Apis mellifera pada HTI Lahan Gambut Di Kecamatan
Sungai Mandau Kabupaten Siak”.
Tujuan penelitian ini yaitu : 1.) menganalisis kualitas madu Apis mellifera
pada HTI lahan gambut di Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak. 2.)
membandingkan kualitas madu Apis mellifera pada HTI lahan gambut di
Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak dengan SNI 8664-2018. Lokasi
penelitian ini di Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak dan Laboratorium
Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning. Variabel kualitas yang diuji yaitu
kadar air, kadar gula total, kadar keasaman, berat jenis, pH, kadar abu, dan padatan
madu yang tak larut dalam air. Data yang diperoleh dibandingkan dengan SNI
8664-2018 dan juga dianalisis dengan uji t satu kelompok sampel dengan
menggunakan aplikasi SPSS.
Hasil pengujian madu Apis mellifera di Laboratorium yang terdiri dari
pengujian kadar air dengan rata-rata sebesar 23,4 %. kadar gula total yaitu rata-rata
sebesar 74,72 % Brix, kadar keasaman rata-rata sebesar 148,2506 ml NaOH/kg,
berat jenis dengan rata-rata sebesar 1,4394, pH dari madu yaitu bernilai 5,5, ratarata kadar abu yaitu 0,1445 %, dan padatan madu yang tak larut dalam air dengan
nilai rata-rata sebesar 0,5 %. Dalam penelitian ini hanya kadar abu, dan padatan
madu yang tak larut dalam air saja yang memenuhi standar mutu madu dalam SNI
8664-2018.
Hasil uji t satu kelompok sampel didapatkan nilai sig (2-tailed) dari kadar
air sebesar 0,000, kadar abu sebesar 0,007, kadar keasaman sebesar 0,000 dan
padatan madu yang tidak larut dalam air sebesar 0,374. Dari hasil uji t satu
kelompok sampel hanya padatan madu yang tak larut dalam air saja yang hasilnya
tidak berbeda nyata dengan standar mutu madu berdasarkan SNI 8664-2018.
Namun untuk kadar abu walaupun dinyatakan berbeda nyata tetapi hasil pengujian
Laboratorium telah memenuhi syarat mutu madu berdasarkan SNI 8664-2018,
bahkan hasil pengujian kadar abu lebih rendah bila dibandingkan dengan nilai
maksimum kadar abu dari SNI 8664-2018.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:49:06Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah