Pemanfaatan Limbah Biomassa Dari Kayu Karet Dan Tempurung Kelapa Menjadi Bio Briket Sebagai Sumber Energi Terbarukan
Pranata, Irvan Arya
Perkebunan karet di Riau pada saat ini ada beberapa yang sudah ditebang
dan diganti dengan perkebunan kelapa sawit karena harga kelapa sawit yang
relatif tinggi sehingga petani lebih banyak memilih berkebun sawit, Dari peralihan
perkebunan Karet ke perkebunan sawit ini menghasilkan banyak sekali potonganpotongan kayu karet yang tidak dimanfaatkan. Selama ini masyarakat hanya
menjadikan kayu karet sebagia kayu bakar biasa saja ataau dibiarkan melapuk
begitu saja. Jadi limbah kayu karet tersebutlah yang dijadikan untuk bahan bio
briket (Herudin et al., 2022).
Selain kayu karet, limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah
tempurung kelapa. Limbah tempurung kelapa merupakan biomassa yang
berpotensi dimnafaatkan sebagai sumber energi alternatif. Limbah biomassa
tempurung kelapa yang dijadikan bio briket yaitu diambil dari limbah rumah
tangga atau limbah industri seperti tempat pembuatan santan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi terbaik pada
perekat yang paling sesuai yang dihasilkan bio briket, Untuk mendapatkan
kualitas terbaik dari bio briket yang dihasilkan dari limbah kayu karet dan
tempurung kelapa. Menegtahui Interaksi komposisi bahan baku dan komposisi
perekat terhadap kualitas Bio briket. Ada 6 pengujian yang dilakaukan dalaam
penelitian ini yaitu pengukuran kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, laju
pembakaran, kerapatan dan nilai kalor. Penelitian ini merupakan penelitian
eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial.
Model rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis
Sidik Ragam Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan perlakuan komposisi
jenis bahan baku dan perekat dilakukan 3 kali pengulangan pada setiap
perlakuannya.
Karakteristik bio briket yang dihasilkan dalam penelitian ini dengan nilai
tertinggi yaitu kadar air dengan rata-rata 7,86% pada kombinasi (P4T2), kadar
abu dengan rata-rata 47,36% pada kombinasi (P2T3), kadar zat terbang dengan
rata-rata 16,47% pada kombinasi (P2T3), laju pembakaran dengan rata-rata 0,19
g/menit pada kombinasi (P1T1), kerapatan dengan rata-rata0,73 g/cm3
pada
kobinasi (P2T2T3), dan nilai kalor dengan rata-rata 7.801,98 kal/g pada
kombinasi (P3T3). Hasil pengujian bio briket kayu karet dan tempurung kelapa
yang memenuhi standar pada Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu kadar air,
zat terbang dan nilai kalor.
dan diganti dengan perkebunan kelapa sawit karena harga kelapa sawit yang
relatif tinggi sehingga petani lebih banyak memilih berkebun sawit, Dari peralihan
perkebunan Karet ke perkebunan sawit ini menghasilkan banyak sekali potonganpotongan kayu karet yang tidak dimanfaatkan. Selama ini masyarakat hanya
menjadikan kayu karet sebagia kayu bakar biasa saja ataau dibiarkan melapuk
begitu saja. Jadi limbah kayu karet tersebutlah yang dijadikan untuk bahan bio
briket (Herudin et al., 2022).
Selain kayu karet, limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah
tempurung kelapa. Limbah tempurung kelapa merupakan biomassa yang
berpotensi dimnafaatkan sebagai sumber energi alternatif. Limbah biomassa
tempurung kelapa yang dijadikan bio briket yaitu diambil dari limbah rumah
tangga atau limbah industri seperti tempat pembuatan santan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi terbaik pada
perekat yang paling sesuai yang dihasilkan bio briket, Untuk mendapatkan
kualitas terbaik dari bio briket yang dihasilkan dari limbah kayu karet dan
tempurung kelapa. Menegtahui Interaksi komposisi bahan baku dan komposisi
perekat terhadap kualitas Bio briket. Ada 6 pengujian yang dilakaukan dalaam
penelitian ini yaitu pengukuran kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, laju
pembakaran, kerapatan dan nilai kalor. Penelitian ini merupakan penelitian
eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial.
Model rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis
Sidik Ragam Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan perlakuan komposisi
jenis bahan baku dan perekat dilakukan 3 kali pengulangan pada setiap
perlakuannya.
Karakteristik bio briket yang dihasilkan dalam penelitian ini dengan nilai
tertinggi yaitu kadar air dengan rata-rata 7,86% pada kombinasi (P4T2), kadar
abu dengan rata-rata 47,36% pada kombinasi (P2T3), kadar zat terbang dengan
rata-rata 16,47% pada kombinasi (P2T3), laju pembakaran dengan rata-rata 0,19
g/menit pada kombinasi (P1T1), kerapatan dengan rata-rata0,73 g/cm3
pada
kobinasi (P2T2T3), dan nilai kalor dengan rata-rata 7.801,98 kal/g pada
kombinasi (P3T3). Hasil pengujian bio briket kayu karet dan tempurung kelapa
yang memenuhi standar pada Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu kadar air,
zat terbang dan nilai kalor.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:49:41Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah