Kajian Nilai Pada Tradisi Sunatan Masyarakat Suku Sakai Di Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis
SITI, MAISARAH
Skripsi ini berjudul “Kajian Nilai dalam Tradisi sunatan Masyarakat Suku Sakai
kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis”. Bagi
masyarakat suku Sakai, sunatan merupakan kewajiban bagi setiap muslim baik lakilaki maupun perempuan, tanpa disunat masyarakat Sakai menganggap keislaman
seseorang tidak sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses
pelaksanaan tradisi khitan pada masyarakat Sakai dan nilai-nilai yang terkandung
dalam tradisi sunatan bagi kehidupan sosial masyarakat Sakai. Penelitian ini
menggunakan metode etnografi. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan
beberapa hal di bawah ini: Pertama, proses pelaksanaan tradisi sunatan pada
masyarakat suku Sakai dilakukan dalam tiga prosesi yaitu persiapan, pelaksanaan dan
pasca pelaksanaan. Kedua, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi sunat suku Sakai
meliputi aspek: religi, identitas sosial, solidaritas sosial dan harmonisasi tradisi
leluhur dengan ajaran Islam, nilai keimanan, nilai kesehatan, nilai turun temurun.
Ketiga, tradisi khitanan sudah mulai jarang dilakukan untuk mengiringi praktik
sunatan. Pasalnya, ada cara baru yang lebih mudah dan nyaman untuk menyunat anak
laki-laki, yaitu orang tua hanya perlu membawa anaknya ke dokter atau rumah sakit
untuk disunat.
kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis”. Bagi
masyarakat suku Sakai, sunatan merupakan kewajiban bagi setiap muslim baik lakilaki maupun perempuan, tanpa disunat masyarakat Sakai menganggap keislaman
seseorang tidak sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses
pelaksanaan tradisi khitan pada masyarakat Sakai dan nilai-nilai yang terkandung
dalam tradisi sunatan bagi kehidupan sosial masyarakat Sakai. Penelitian ini
menggunakan metode etnografi. Dari penelitian yang telah dilakukan, ditemukan
beberapa hal di bawah ini: Pertama, proses pelaksanaan tradisi sunatan pada
masyarakat suku Sakai dilakukan dalam tiga prosesi yaitu persiapan, pelaksanaan dan
pasca pelaksanaan. Kedua, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi sunat suku Sakai
meliputi aspek: religi, identitas sosial, solidaritas sosial dan harmonisasi tradisi
leluhur dengan ajaran Islam, nilai keimanan, nilai kesehatan, nilai turun temurun.
Ketiga, tradisi khitanan sudah mulai jarang dilakukan untuk mengiringi praktik
sunatan. Pasalnya, ada cara baru yang lebih mudah dan nyaman untuk menyunat anak
laki-laki, yaitu orang tua hanya perlu membawa anaknya ke dokter atau rumah sakit
untuk disunat.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:56:05Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah