Strategi Pengembangan Kayu Manis Kelompok Tani Hutan Di Desa Simpang Banyak Mandailing Natal Sumatera Utara
Sahwi, Sahwi
Kayu manis (Cinnamomum burmanii)memiliki manfaat sangat banyak
selain digunakan sebagai bahan mentah pada makanan dan minuman, produk ini
juga bermanfaat untuk obat, industri kosmetik, minuman keras, rokok, roti,
permen, serta industri pestisida.Tanaman obat-obatan dan rempah-rempah
memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan pada masa yang akan datang,
terutama sejalan dengan kecenderungan perilaku masyarakat modern yang
memilih back to nature dalam mengkonsumsi obat-obatan alami untuk kesehatan.
Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara sedang dikembangkan tanaman
kayu manis untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Pengembangan kayu
manis dilakukan karena harga kayu manis yang tinggi.
Penelitian ini bertujuan untukmenentukan strategi pengembangan
kayumanis Kelompok Tani Hutan di Desa Simpang Banyak Mandailing Natal
Sumatera Utara dengan menggunakan analisis SWOT.Penelitian dilakukan diDesa
Simpang Banyak Mandailing Natal Sumatera Utara,selama 2 bulan dari bulan
Oktober sampai November2022.Tempat penelitian ini dipilih secara sengaja
(purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Simpang Banyak merupakan sentra
kayu manis di KabupatenMandailing Natal. Jumlah masyarakat yang bertani kayu
manis yaitu sebanyak 80 orang yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan.
Metode yang digunakan adalah metode sensus dengan mengambil seluruh
responden sebanyak 80 orangyang bertani kayu manisdan memiliki peran di
dalam usaha kayu manis di Kabupaten Mandailing Natal.
Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kekuatan (Strength) terdiri dari status
lahan milik pribadi, modal, produktivitas, pemanenan. Kelemahan (Weaknesses)
terdiri dari waktu panen, bibit, teknologi, tenaga kerja, sistem upah.Peluang
(Opportunities) terdiri dariproduk, kebijakan pemerintah, bahan baku bibit mudah
diperoleh, usaha ini dapat dikembangkan di semua lokasi. Ancaman (Threats)
terdiri dari akses jalan, pemeliharaan, produksi, kemajuan teknologi. Faktorfaktor strategi internal, faktor kekuatan yang paling besar adalah faktor status
lahan milik pribadi dan modal dengan skor 0,48. Sedangkan, faktor kelemahan
yang paling besar adalah waktu panen dengan skor 0,22. Faktor-faktor strategi
eksternal, faktor peluang yang paling besar adalah faktor produk dengan skor
0,68. Sedangkan ancaman yang paling besar adalah adalah kemajuan
teknologidengan skor 0,28. Selisih faktor internal (kekuatan-kelemahan) adalah
sebesar 1,21 yang artinya pengaruh kekuatan lebih besar dibandingkan pengaruh
kelemahan terhadap strategi pengembangan kayu manis. Sedangkan selisih faktor
strategis eksternal (peluang-ancaman) sebesar 0,85 yang artinya pengaruh
peluang lebih besar dibandingkan dengan pengaruh ancaman terhadap strategi
pengembangan kayu manis. Nilai X > 0 yaitu 1,21 dan nilai Y > 0 yaitu 0,85. Hal
ini menunjukkan bahwa posisi strategi pengembangan kayu manis di Desa
Simpang Banyak Mandailing Natal Sumatera Utara berada pada kuadran I yang
menunjukkan bahwa petani kayu manis memiliki kekuatan dan peluang. Starategi
yang diberikan adalah agresif, dimana ada kekuatan yang terdiri dari pengalaman
dalam berusaha, lokasi strategis, produk berkualitas, harga cukup tinggi,status
lahan milik pribadidapat yang dimanfaatkan untuk meraih peluang yang
mengguntungkan seperti peluang pasar yang cukup tinggi, budidaya dan
pemeliharaan kayu manis mudah, kemajuan teknologi untuk pemasaran,
pengemasan, pelabelan dan promosi, manajemen administrasi dan pelayanan
yang baik
selain digunakan sebagai bahan mentah pada makanan dan minuman, produk ini
juga bermanfaat untuk obat, industri kosmetik, minuman keras, rokok, roti,
permen, serta industri pestisida.Tanaman obat-obatan dan rempah-rempah
memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan pada masa yang akan datang,
terutama sejalan dengan kecenderungan perilaku masyarakat modern yang
memilih back to nature dalam mengkonsumsi obat-obatan alami untuk kesehatan.
Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara sedang dikembangkan tanaman
kayu manis untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Pengembangan kayu
manis dilakukan karena harga kayu manis yang tinggi.
Penelitian ini bertujuan untukmenentukan strategi pengembangan
kayumanis Kelompok Tani Hutan di Desa Simpang Banyak Mandailing Natal
Sumatera Utara dengan menggunakan analisis SWOT.Penelitian dilakukan diDesa
Simpang Banyak Mandailing Natal Sumatera Utara,selama 2 bulan dari bulan
Oktober sampai November2022.Tempat penelitian ini dipilih secara sengaja
(purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Simpang Banyak merupakan sentra
kayu manis di KabupatenMandailing Natal. Jumlah masyarakat yang bertani kayu
manis yaitu sebanyak 80 orang yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan.
Metode yang digunakan adalah metode sensus dengan mengambil seluruh
responden sebanyak 80 orangyang bertani kayu manisdan memiliki peran di
dalam usaha kayu manis di Kabupaten Mandailing Natal.
Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kekuatan (Strength) terdiri dari status
lahan milik pribadi, modal, produktivitas, pemanenan. Kelemahan (Weaknesses)
terdiri dari waktu panen, bibit, teknologi, tenaga kerja, sistem upah.Peluang
(Opportunities) terdiri dariproduk, kebijakan pemerintah, bahan baku bibit mudah
diperoleh, usaha ini dapat dikembangkan di semua lokasi. Ancaman (Threats)
terdiri dari akses jalan, pemeliharaan, produksi, kemajuan teknologi. Faktorfaktor strategi internal, faktor kekuatan yang paling besar adalah faktor status
lahan milik pribadi dan modal dengan skor 0,48. Sedangkan, faktor kelemahan
yang paling besar adalah waktu panen dengan skor 0,22. Faktor-faktor strategi
eksternal, faktor peluang yang paling besar adalah faktor produk dengan skor
0,68. Sedangkan ancaman yang paling besar adalah adalah kemajuan
teknologidengan skor 0,28. Selisih faktor internal (kekuatan-kelemahan) adalah
sebesar 1,21 yang artinya pengaruh kekuatan lebih besar dibandingkan pengaruh
kelemahan terhadap strategi pengembangan kayu manis. Sedangkan selisih faktor
strategis eksternal (peluang-ancaman) sebesar 0,85 yang artinya pengaruh
peluang lebih besar dibandingkan dengan pengaruh ancaman terhadap strategi
pengembangan kayu manis. Nilai X > 0 yaitu 1,21 dan nilai Y > 0 yaitu 0,85. Hal
ini menunjukkan bahwa posisi strategi pengembangan kayu manis di Desa
Simpang Banyak Mandailing Natal Sumatera Utara berada pada kuadran I yang
menunjukkan bahwa petani kayu manis memiliki kekuatan dan peluang. Starategi
yang diberikan adalah agresif, dimana ada kekuatan yang terdiri dari pengalaman
dalam berusaha, lokasi strategis, produk berkualitas, harga cukup tinggi,status
lahan milik pribadidapat yang dimanfaatkan untuk meraih peluang yang
mengguntungkan seperti peluang pasar yang cukup tinggi, budidaya dan
pemeliharaan kayu manis mudah, kemajuan teknologi untuk pemasaran,
pengemasan, pelabelan dan promosi, manajemen administrasi dan pelayanan
yang baik
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-04-17T04:36:21Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah