Produktivitas Madu Apis Mellifera Pada Acacia Crassicarpa Yang Berbeda Umur Di Kecamatan Sungai Mandau
Ramadan, M. Arif
Madu merupakan salah satu produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang
sudah lama dimanfaatkan oleh warga Indonesia. Lebah penghasil madu yang dapat
diternakkan terdiri dari beberapa jenis salah satunya adalah Apis mellifera.
Peternakan A.mellifera banyak terdapat dikabupaten Siak di Provinsi Riau, di
antaranya Desa Selodang dan Desa Sigintil Kecamatan Sungai Mandau. Peternak
di desa tersebut meletakkan koloni lebahnya di sekitar kawasan Hutan Tanaman
Industri (HTI) dengan tanaman utama adalah Acacia crassicarpa. Tanaman
A.crassicarpa sumber nektar yang sangat dibutuhkan oleh lebah untuk
memproduksi madu Pada tanaman A.crassicarpa menghasilkan nektar dipangkal
dahan atau pangkal daun.
Nektar yang dikeluarkan oleh tanaman A.crassicarpa kini mempunyai
potensi yang tinggi sebagai pakan lebah madu. Umur A.crassicarpa yang berbedabeda diduga akan mempengaruhi produktivitas madu A.mellifera, karena
berdasarkan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa umur A.crassicarpa yang
berbeda-beda menghasilkan jumlah nektar yang berbeda-beda pula. Jumlah koloni
ataupun stup dalam produktivitas madu mempengaruhi produksi madu yang
dihasikan lebah madu. Di Kecamatan Sungai Mandau terdapat peternak A.mellifera
yang meletakkan koloni lebahnya pada lokasi A crassicarpa yang berbeda-beda
umur, oleh karena itu penelitian tentang produktivitas A.mellifera pada lokasi
berbeda-beda di Kecamatan Sungai Mandau pada A.crassicarpa yang berbeda
umur .
Tujuan penelitian adalah untuk menghitung Produktivitas Madu Apis
mellifera pada Acacia crassicarpa yang berbeda umur di Kecamatan Sungai
Mandau. Penelitian ini dilakukan di Desa Selodang dan Desa Sigintil Kecamatan
Sungai Mandau. Penelitian di laksanakan pada bulan Mei- Juni 2022.
Metode penelitian dan pengumpulan data dengan observasi dan wawancara
dilakukan untuk mengetahui jumlah produksi madu yang dihasilkan pada periode
pemanenan madu masyarakat. Wawancara dilakukan terhadap peternak lebah
untuk mendapatkan data produktivitas madu yang terkait dengan produktivitas
tersebut berdasarkan observasi dilakukan untuk mengamati proses
produksi/pemanenan madu dan dokumentasi terhadap proses-proses tersebut.
Pengambilan data dilakukan sebanyak periode 3 kali panen Data penelitian di ukur
dengan 2 cara , yaitu dengan menghitung produksi madu dari keseluruhan
kotak/stup didalam suatu lokasi peternakan setiap periode panen. Cara kedua
adalah dengan menghitung produksi madu dari 3 sampel stup dengan langkahlangkah dimulai dari penimbangan berat sisiran sebelum dilakukan penimbangan
kembali sisiran tersebut setelah di ekstraksi.
Analisis data dilakukan secara deskriptif, yaitu dengan mentabulasi data-data
yang bersifat kuantitatif dan dinarasikan data-data yang diperoleh serta disesuaikan
dengan literatur yang terkait. Pengambilan sampel koloni dilakukan secara
puposive sampling yaitu koloni dengan jumlah sisiran yang berbeda-beda.
Produktivitas koloni sampel di hitung dengan menjumlahkan produksi madu pada
semua sisiran dalam koloni tersebut. Produktivitas lebah madu A.mellifera pada
A.crassicarpa di kecamatan Sungai Mandau. Produktivitas total 4983 Kg,
produktivitas rata-rata per stup 5,19 Kg dan rata-rata produktivitas per sisiran 0,71
Kg
Pada A.crassicarpa area 6 bulan: produktivitas total madu 2457 Kg
produktivitas rata-rata per sekali panen adalah 819 Kg, pada produksi per stup
adalah 5,25 Kg. Produksi per sisiran dengan rata-rata 0,68 Kg. Pada A.crassicarpa
area 10 bulan: produktivitas total Produktivitas lebah madu 1320 Kg produktivitas
rata-rata per sekali panen adalah 440 Kg, produktivitas per stup adalah dengan
rata-rata 4,56 Kg. Produktivitas sisiran dengan rata-rata 0,61 Kg Pada
A.crassicarpa area 18 bulan: produktivitas total Produksi lebah madu 1206 Kg
produktivitas rata-rata per sekali panen adalah 402 Kg. produktivitas per stup
adalah dengan rata-rata 5,79 Kg. Produktivitas sisiran dengan rata-rata 0,85 Kg.
sudah lama dimanfaatkan oleh warga Indonesia. Lebah penghasil madu yang dapat
diternakkan terdiri dari beberapa jenis salah satunya adalah Apis mellifera.
Peternakan A.mellifera banyak terdapat dikabupaten Siak di Provinsi Riau, di
antaranya Desa Selodang dan Desa Sigintil Kecamatan Sungai Mandau. Peternak
di desa tersebut meletakkan koloni lebahnya di sekitar kawasan Hutan Tanaman
Industri (HTI) dengan tanaman utama adalah Acacia crassicarpa. Tanaman
A.crassicarpa sumber nektar yang sangat dibutuhkan oleh lebah untuk
memproduksi madu Pada tanaman A.crassicarpa menghasilkan nektar dipangkal
dahan atau pangkal daun.
Nektar yang dikeluarkan oleh tanaman A.crassicarpa kini mempunyai
potensi yang tinggi sebagai pakan lebah madu. Umur A.crassicarpa yang berbedabeda diduga akan mempengaruhi produktivitas madu A.mellifera, karena
berdasarkan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa umur A.crassicarpa yang
berbeda-beda menghasilkan jumlah nektar yang berbeda-beda pula. Jumlah koloni
ataupun stup dalam produktivitas madu mempengaruhi produksi madu yang
dihasikan lebah madu. Di Kecamatan Sungai Mandau terdapat peternak A.mellifera
yang meletakkan koloni lebahnya pada lokasi A crassicarpa yang berbeda-beda
umur, oleh karena itu penelitian tentang produktivitas A.mellifera pada lokasi
berbeda-beda di Kecamatan Sungai Mandau pada A.crassicarpa yang berbeda
umur .
Tujuan penelitian adalah untuk menghitung Produktivitas Madu Apis
mellifera pada Acacia crassicarpa yang berbeda umur di Kecamatan Sungai
Mandau. Penelitian ini dilakukan di Desa Selodang dan Desa Sigintil Kecamatan
Sungai Mandau. Penelitian di laksanakan pada bulan Mei- Juni 2022.
Metode penelitian dan pengumpulan data dengan observasi dan wawancara
dilakukan untuk mengetahui jumlah produksi madu yang dihasilkan pada periode
pemanenan madu masyarakat. Wawancara dilakukan terhadap peternak lebah
untuk mendapatkan data produktivitas madu yang terkait dengan produktivitas
tersebut berdasarkan observasi dilakukan untuk mengamati proses
produksi/pemanenan madu dan dokumentasi terhadap proses-proses tersebut.
Pengambilan data dilakukan sebanyak periode 3 kali panen Data penelitian di ukur
dengan 2 cara , yaitu dengan menghitung produksi madu dari keseluruhan
kotak/stup didalam suatu lokasi peternakan setiap periode panen. Cara kedua
adalah dengan menghitung produksi madu dari 3 sampel stup dengan langkahlangkah dimulai dari penimbangan berat sisiran sebelum dilakukan penimbangan
kembali sisiran tersebut setelah di ekstraksi.
Analisis data dilakukan secara deskriptif, yaitu dengan mentabulasi data-data
yang bersifat kuantitatif dan dinarasikan data-data yang diperoleh serta disesuaikan
dengan literatur yang terkait. Pengambilan sampel koloni dilakukan secara
puposive sampling yaitu koloni dengan jumlah sisiran yang berbeda-beda.
Produktivitas koloni sampel di hitung dengan menjumlahkan produksi madu pada
semua sisiran dalam koloni tersebut. Produktivitas lebah madu A.mellifera pada
A.crassicarpa di kecamatan Sungai Mandau. Produktivitas total 4983 Kg,
produktivitas rata-rata per stup 5,19 Kg dan rata-rata produktivitas per sisiran 0,71
Kg
Pada A.crassicarpa area 6 bulan: produktivitas total madu 2457 Kg
produktivitas rata-rata per sekali panen adalah 819 Kg, pada produksi per stup
adalah 5,25 Kg. Produksi per sisiran dengan rata-rata 0,68 Kg. Pada A.crassicarpa
area 10 bulan: produktivitas total Produktivitas lebah madu 1320 Kg produktivitas
rata-rata per sekali panen adalah 440 Kg, produktivitas per stup adalah dengan
rata-rata 4,56 Kg. Produktivitas sisiran dengan rata-rata 0,61 Kg Pada
A.crassicarpa area 18 bulan: produktivitas total Produksi lebah madu 1206 Kg
produktivitas rata-rata per sekali panen adalah 402 Kg. produktivitas per stup
adalah dengan rata-rata 5,79 Kg. Produktivitas sisiran dengan rata-rata 0,85 Kg.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-07-03T02:00:53Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah