Korelasi Potensi Produksi Nektar Dengan Potensi Produksi Madu Pada Tegakan Acacia Crassicarpa
Krisdiantoro, Nur Mahmud
Indonesia adalah sebuah negara tropis yang kaya akan sumber daya alam.
Salah satu sumber daya hutan yang memiliki potensi nilai ekonomi dan sosial
masyarakat yang tinggi adalah madu. Salah satu spesies lebah madu yang
dikembangkan di Indonesia adalah Apis mellifera. Produksi madu di Indonesia
yang di hasilkan oleh Apis mellifera rata-rata 4000 ton/tahun. Riau merupakan
kawasan yang memiliki potensi pakan lebah yang cukup, baik dari akasia maupun
kelapa sawit. Lokasi beternak lebah madu Apis mellifera di Provinsi Riau salah
satunya berada di Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Areal tersebut
merupakan kawasan hutan tanaman industry (HTI) milik PT. Arara Abadi. Areal
tersebut ditanami Acacia crassicarpa dengan umur yang berbeda-beda.
Tanaman Acacia crassicarpa dapat dijadikan sumber pakan lebah madu
yang melimpah dan bersifat berkelanjutan serta tersedia sepanjang hari dan tahun,
karena dapat menghasilkan nektar ekstra floral dari pangkal daunnya. Hal ini
menjadikannya berbeda dengan teknik beternak lebah madu di pulau jawa yang
menggunakan sistem gembala mengikuti musim bunga sebagai penyedia nektar.
Penelitian tentang hubungan potensi produksi nektar dengan potensi produksi
madu belum banyak dilakukan, untuk jenis Acacia crassicarpa belum ditemukan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi produksi
nektar Acacia crassicarpa berumur 3 bulan, 6 bulan dan 8 bulan. Menganalisis
potensi produksi madu pada tegakan Acacia crassicrapa berumur 3 bulan, 6 bulan
dan 8 bulan. Menganalisis korelasi antara potensi produksi nektar dengan potensi
produksi madu pada tegakan Acacia crassicarpa. Penelitian dilakukan dengan
metode survey, dilakukan dalam penelitian kuantitatif yang digunakan untuk
mendapatkan data, hubungan variabel dan memperoleh gambaran umum tentang
lokasi tanaman Acacia crassicarpa dengan umur 3 bulan, 6 bulan, 8 bulan dan
memperoleh gambaran lokasi peternakan lebah madu. Pengumpulan data
dilakukan secara observasi untuk pengamatan objek yang akan diteliti. Kemudian
mengukur sampel nektar dan menghitung jumlah produksi madu yang diambil
berdasarkan umur tanaman.
Dari hasil penelitian tentang Korelasi Potensi Produksi Nektar Dengan
Potensi Produksi Madu Pada Tegakan Acacia crassicarpa, diperoleh hasil analisis
potensi produksi nektar yang tertinggi yaitu pada tegakan umur 6 bulan dengan
nilai rata-rata 27,82mL ± 0,20. Kemudian hasil analisis potensi produksi madu
yang tertinggi yaitu pada lokasi tegakan umur 6 bulan dengan nilai rata-rata
1,19Kg ± 0,13, dan hasil analisis korelasi yaitu terdapat korelasi secara signifikan
antara potensi produksi nektar dengan potensi produksi madu pada tegakan
Acacia crassicarpa dengan nilai Sig. 0,000 (2- tailed) < 0,01.
i
PRAKATA
Puji syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan hasil penelitian ini
dengan judul “Korelasi Potensi Produksi Nektar
Salah satu sumber daya hutan yang memiliki potensi nilai ekonomi dan sosial
masyarakat yang tinggi adalah madu. Salah satu spesies lebah madu yang
dikembangkan di Indonesia adalah Apis mellifera. Produksi madu di Indonesia
yang di hasilkan oleh Apis mellifera rata-rata 4000 ton/tahun. Riau merupakan
kawasan yang memiliki potensi pakan lebah yang cukup, baik dari akasia maupun
kelapa sawit. Lokasi beternak lebah madu Apis mellifera di Provinsi Riau salah
satunya berada di Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Areal tersebut
merupakan kawasan hutan tanaman industry (HTI) milik PT. Arara Abadi. Areal
tersebut ditanami Acacia crassicarpa dengan umur yang berbeda-beda.
Tanaman Acacia crassicarpa dapat dijadikan sumber pakan lebah madu
yang melimpah dan bersifat berkelanjutan serta tersedia sepanjang hari dan tahun,
karena dapat menghasilkan nektar ekstra floral dari pangkal daunnya. Hal ini
menjadikannya berbeda dengan teknik beternak lebah madu di pulau jawa yang
menggunakan sistem gembala mengikuti musim bunga sebagai penyedia nektar.
Penelitian tentang hubungan potensi produksi nektar dengan potensi produksi
madu belum banyak dilakukan, untuk jenis Acacia crassicarpa belum ditemukan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi produksi
nektar Acacia crassicarpa berumur 3 bulan, 6 bulan dan 8 bulan. Menganalisis
potensi produksi madu pada tegakan Acacia crassicrapa berumur 3 bulan, 6 bulan
dan 8 bulan. Menganalisis korelasi antara potensi produksi nektar dengan potensi
produksi madu pada tegakan Acacia crassicarpa. Penelitian dilakukan dengan
metode survey, dilakukan dalam penelitian kuantitatif yang digunakan untuk
mendapatkan data, hubungan variabel dan memperoleh gambaran umum tentang
lokasi tanaman Acacia crassicarpa dengan umur 3 bulan, 6 bulan, 8 bulan dan
memperoleh gambaran lokasi peternakan lebah madu. Pengumpulan data
dilakukan secara observasi untuk pengamatan objek yang akan diteliti. Kemudian
mengukur sampel nektar dan menghitung jumlah produksi madu yang diambil
berdasarkan umur tanaman.
Dari hasil penelitian tentang Korelasi Potensi Produksi Nektar Dengan
Potensi Produksi Madu Pada Tegakan Acacia crassicarpa, diperoleh hasil analisis
potensi produksi nektar yang tertinggi yaitu pada tegakan umur 6 bulan dengan
nilai rata-rata 27,82mL ± 0,20. Kemudian hasil analisis potensi produksi madu
yang tertinggi yaitu pada lokasi tegakan umur 6 bulan dengan nilai rata-rata
1,19Kg ± 0,13, dan hasil analisis korelasi yaitu terdapat korelasi secara signifikan
antara potensi produksi nektar dengan potensi produksi madu pada tegakan
Acacia crassicarpa dengan nilai Sig. 0,000 (2- tailed) < 0,01.
i
PRAKATA
Puji syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan hasil penelitian ini
dengan judul “Korelasi Potensi Produksi Nektar
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-11-25T04:34:19Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah