Interaksi Pupuk Tsp (Triple Super Phospate) Dan Fungi Mikoriza Arbuskula Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kedelai Edamame (Glycine Max (L) Merrill)
Hutagalung, Mikael Natal Nael
Kedelai (Glycine max (L) Merrill.) termasuk salah satu jenis tanaman
pangan utama ketiga setelah padi dan jagung. Tanaman kedelai ini merupakan
sumber protein nabati yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi
masyarakat karena aman bagi kesehatan dan harganya yang relatif murah jika
dibandingkan dengan sumber protein hewani.
Unsur hara makro terutama N, P, K, Ca, dan Mg dan kandungan bahan
organik rendah pada tanah Ultisols. Reaksi tanah masam menyebabkan
ketersediaan P rendah akibat terfiksasi liat, Al dan Fe membentuk Al-P dan Fe-P
yang sukar larut sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Unsur fosfor
merupakan unsur hara makro yang diperlukan oleh pertumbuhan tanaman dalam
jumlah yang cukup besar. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan tanaman akan
unsur P maka pemberian pupuk P seperti pupuk TSP menjadi solusi yang dapat
dilakukan. Kemampuan tanah ultisol dalam memfiksasi P dalam bentuk AL-P dan
Fe-P menyebabkan unsur P tidak dapat larut dan diserap tanaman. Penggunaan
mikroorganisme pelarut fosfat seperti mikoriza diharapkan mampu melepaskan P
yang terfiksasi dan dapat dijadikan solusi efisiensi penggunaan pupuk P.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dan mendapatkan
interaksi pupuk TSP (Triple Super Phospate) dan Fungi Mikoriza Arbuskula
terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai edamame (Glycine
max (L) Merrill).
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu F
(Fungi Mikoriza Arbuskula) dan faktor T pupuk (TSP) terdiri dari 3 taraf, dan
masing-masing ada 3 ulangan, jumlah satuan percobaan sebanyak 27 plot, setiap
plot terdiri dari 9 tanaman dan 2 tanaman sebagai sampel, sehingga keseluruhan
tanaman adalah 27 x 9 = 243 tanaman. Adapun taraf dari faktor-faktor adalah
Faktor F: Pupuk Mikoriza dengan 3 taraf yaiu F0: Tanpa pemberian Fungi
Mikoriza,F1: Pemberian Fungi Mikoriza 40 g/tanaman,F2: Pemberian Fungi
Mikoriza 80 g/tanaman, dan Fakor T : Pupuk TSP dengan 3 taraf yaitu T0: Tanpa
pemberian pupuk TSP, T1:Pemberian pupuk TSP 30 g/tanaman,T2
:Pemberianpupuk TSP 60 g/tanaman.
Berdasarkan hasil penelitian interaksi pemberian Pupuk TSP dan Fungi
Mikoriza Arbuskula berpengaruh nyata pada semua parameter yaitu tinggi
tanaman, umur berbunga, jumlah cabang produktif, jumlah polong dan bobot
polong, dan Interaksi perlakuan F2T2 (pemberian Pupuk TSP 80 g/tanaman dan
pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula 60 g/tanaman) memberikan hasil terbaik
dan merupakan dosis terbaik dari perlakuan lainya dan berpegaruh nyata terhadap
tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, dan jumlah polong.
pangan utama ketiga setelah padi dan jagung. Tanaman kedelai ini merupakan
sumber protein nabati yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi
masyarakat karena aman bagi kesehatan dan harganya yang relatif murah jika
dibandingkan dengan sumber protein hewani.
Unsur hara makro terutama N, P, K, Ca, dan Mg dan kandungan bahan
organik rendah pada tanah Ultisols. Reaksi tanah masam menyebabkan
ketersediaan P rendah akibat terfiksasi liat, Al dan Fe membentuk Al-P dan Fe-P
yang sukar larut sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Unsur fosfor
merupakan unsur hara makro yang diperlukan oleh pertumbuhan tanaman dalam
jumlah yang cukup besar. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan tanaman akan
unsur P maka pemberian pupuk P seperti pupuk TSP menjadi solusi yang dapat
dilakukan. Kemampuan tanah ultisol dalam memfiksasi P dalam bentuk AL-P dan
Fe-P menyebabkan unsur P tidak dapat larut dan diserap tanaman. Penggunaan
mikroorganisme pelarut fosfat seperti mikoriza diharapkan mampu melepaskan P
yang terfiksasi dan dapat dijadikan solusi efisiensi penggunaan pupuk P.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dan mendapatkan
interaksi pupuk TSP (Triple Super Phospate) dan Fungi Mikoriza Arbuskula
terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai edamame (Glycine
max (L) Merrill).
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu F
(Fungi Mikoriza Arbuskula) dan faktor T pupuk (TSP) terdiri dari 3 taraf, dan
masing-masing ada 3 ulangan, jumlah satuan percobaan sebanyak 27 plot, setiap
plot terdiri dari 9 tanaman dan 2 tanaman sebagai sampel, sehingga keseluruhan
tanaman adalah 27 x 9 = 243 tanaman. Adapun taraf dari faktor-faktor adalah
Faktor F: Pupuk Mikoriza dengan 3 taraf yaiu F0: Tanpa pemberian Fungi
Mikoriza,F1: Pemberian Fungi Mikoriza 40 g/tanaman,F2: Pemberian Fungi
Mikoriza 80 g/tanaman, dan Fakor T : Pupuk TSP dengan 3 taraf yaitu T0: Tanpa
pemberian pupuk TSP, T1:Pemberian pupuk TSP 30 g/tanaman,T2
:Pemberianpupuk TSP 60 g/tanaman.
Berdasarkan hasil penelitian interaksi pemberian Pupuk TSP dan Fungi
Mikoriza Arbuskula berpengaruh nyata pada semua parameter yaitu tinggi
tanaman, umur berbunga, jumlah cabang produktif, jumlah polong dan bobot
polong, dan Interaksi perlakuan F2T2 (pemberian Pupuk TSP 80 g/tanaman dan
pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula 60 g/tanaman) memberikan hasil terbaik
dan merupakan dosis terbaik dari perlakuan lainya dan berpegaruh nyata terhadap
tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, dan jumlah polong.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-03-04T03:30:28Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah