Interaksi Pemberian Trichoderma Sp Dan Pupuk Petroganik Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum)
Herdiansyah, Rovaldo
Tanaman tomat termasuk tanaman semusim ordo Solanales, family
Solanaceae, genus Lycopersicon, spesies Lycopersicon esculentum Mill. Tomat
sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan mineral yang
diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Menurut Badan Pusat Statistik
(2001) produksi tomat di Riau sebesar 151 ton, sangat rendah jika dibandingkan
dengan produksi tomat di Provinsi Jambi pada tahun 2021 yaitu sebesar 23.890 ton.
Rendahnya produksi tomat di Provinsi Riau dapat disebabkan salah satunya kerena
jenis tanah di Riau yang memiliki kandungan nutrisi dan unsur hara yang rendah.
Untuk dapat memperbaiki sifat fisik tanah maka diperlukan pemberian bahan
organik. Salah satu bahan organik yang dapat digunakan adalah pupuk Petroganik.
Keunggulan dari pupuk petroganik adalah memperbaiki struktur tanah sehinnga
tanah menjadi gembur, pororitas tanah menjadi lebih baik dan unsur hara mudah di
serap tanaman. Selain penggunaan pupuk, pencegahan atau pengendalian tanaman
tomat dari hama dan penyakit dari serangan jamur patogen Fusarium oxysporum
yaitu dengan pemberian Trichoderma sp dapat mencegah terjadinya serangan jamur
fusarium pada tanaman tomat.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan dosis
terbaik pada interaksi pemberian trichoderma sp pupuk petroganik terhadap
pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Solanum lycopersicum).
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu P
pupuk (Petroganik), terdiri dari 3 taraf, dan faktor T (Trichoderma sp) terdiri dari 3
taraf, masing-masing terdiri dari 3 ulangan, Jumlah satuan percobaan sebanyak 27
plot, setiap plot terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman sebagai sampel, sehingga
keseluruhan tanaman adalah 27 x 4 = 108 tanaman. Adapun taraf dari faktor-faktor
adalah Faktor A : Pemberian pupuk petroganik dengan 3 taraf yaitu P0: Tanpa
pemberian pupuk petroganik, P1: Pemberian pupuk petroganik 10 gr/polybag, P2:
Pemberian pupuk petroganik 20 gr/polybag, dan Faktor T : Pemberian Trichoderma
sp dengan 3 taraf yaitu T0 : Tanpa Trichorderma sp, T : Pemberian Trichoderma sp
20 gr/polybag, T2: Pemberian Trichoderma sp 40 gr/polybag.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu interaksi
pemberian pemberian interaksi Pupuk Petroganik dan trichoderma sp berpengaruh
nyata pada semua parameter yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah
pertanaman, jumlah cabang produktif dan bobot buah tomat. Dan interaksi
perlakuan P2T2 (pemberian Pupuk Petroganik 20 g/polybag dan trichoderma sp 40
g/polybag) merupakan interaksi yang terbaik
Solanaceae, genus Lycopersicon, spesies Lycopersicon esculentum Mill. Tomat
sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan mineral yang
diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Menurut Badan Pusat Statistik
(2001) produksi tomat di Riau sebesar 151 ton, sangat rendah jika dibandingkan
dengan produksi tomat di Provinsi Jambi pada tahun 2021 yaitu sebesar 23.890 ton.
Rendahnya produksi tomat di Provinsi Riau dapat disebabkan salah satunya kerena
jenis tanah di Riau yang memiliki kandungan nutrisi dan unsur hara yang rendah.
Untuk dapat memperbaiki sifat fisik tanah maka diperlukan pemberian bahan
organik. Salah satu bahan organik yang dapat digunakan adalah pupuk Petroganik.
Keunggulan dari pupuk petroganik adalah memperbaiki struktur tanah sehinnga
tanah menjadi gembur, pororitas tanah menjadi lebih baik dan unsur hara mudah di
serap tanaman. Selain penggunaan pupuk, pencegahan atau pengendalian tanaman
tomat dari hama dan penyakit dari serangan jamur patogen Fusarium oxysporum
yaitu dengan pemberian Trichoderma sp dapat mencegah terjadinya serangan jamur
fusarium pada tanaman tomat.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan dosis
terbaik pada interaksi pemberian trichoderma sp pupuk petroganik terhadap
pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Solanum lycopersicum).
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu P
pupuk (Petroganik), terdiri dari 3 taraf, dan faktor T (Trichoderma sp) terdiri dari 3
taraf, masing-masing terdiri dari 3 ulangan, Jumlah satuan percobaan sebanyak 27
plot, setiap plot terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman sebagai sampel, sehingga
keseluruhan tanaman adalah 27 x 4 = 108 tanaman. Adapun taraf dari faktor-faktor
adalah Faktor A : Pemberian pupuk petroganik dengan 3 taraf yaitu P0: Tanpa
pemberian pupuk petroganik, P1: Pemberian pupuk petroganik 10 gr/polybag, P2:
Pemberian pupuk petroganik 20 gr/polybag, dan Faktor T : Pemberian Trichoderma
sp dengan 3 taraf yaitu T0 : Tanpa Trichorderma sp, T : Pemberian Trichoderma sp
20 gr/polybag, T2: Pemberian Trichoderma sp 40 gr/polybag.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu interaksi
pemberian pemberian interaksi Pupuk Petroganik dan trichoderma sp berpengaruh
nyata pada semua parameter yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah buah
pertanaman, jumlah cabang produktif dan bobot buah tomat. Dan interaksi
perlakuan P2T2 (pemberian Pupuk Petroganik 20 g/polybag dan trichoderma sp 40
g/polybag) merupakan interaksi yang terbaik
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-02-24T03:32:02Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah