Efektifitas Pemberian Abu Janjang Kelapasawit Dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kunyit Panen Muda (Curcuma Domestica Val.)
Ningsih, Supar
Kunyit (Curcuma longa L) adalah salah satu tanaman suku temu-temuan
(Zingiberaceae) yang banyak ditanam di pekarangan, kebun dan di sekitar hutan
jati. Kunyit dikenal sebagai penyedap, penetral bau anyir pada masakan dan juga
sering dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional. Penambahan ameliorant abu
janjang sawit dapat meningkatkan pH, meningkatkan ketersediaan hara makro dan
mikro sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Selain itu pemberian
abu janjang dapat membuat tanah menjadi gembur, tanah yang gembur di
butuhkan bagi tanaman kunyit karena tanah gembur memiliki kesuburan tanah
yang baik, sebagai sumber makanan bagi tanaman, berperan baik bagi
pembentukan dan menjaga struktur tanah dan mengikat bahan kimia toksik dalam
tanah dan air. Selain penggunaan bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik
tanah, pemberian pupuk organic cair GDM juga diperlukan untuk menunjang
pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman. Pupuk organik cair GDM
menstimulasi aktivitas mikroba di dalam tanah yang menghasilkan unsur-unsur
makro seperti Nitrogen (N), Phospor (P), dan Kalium (K).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan
interaksi terbaik pemberian abu janjang kelapa sawit dan POC GDM terhadap
pertumbuhan dan produksi kunyit (Curcuma longa. L)
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu A
(Abu janjang kelapa sawit), terdiri dari 3 taraf, dan faktor G (POC GDM) terdiri
dari 3 taraf, masing-masing terdiri dari 3 ulangan, Jumlah satuan percobaan
sebanyak 27 plot, setiap plot terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman sebagai sampel,
sehingga keseluruhan tanaman adalah 27 x 4 = 108 tanaman. Adapun taraf dari
faktor-faktor adalah Faktor A yaitu A0 : Tanpa pemberian abu janjang, A1:
Pemberian abu janjang 200 gr/ polybag , A2 : Pemberian abu janjang 400
gr/polybag. Faktor G : Pemberian POC GDM dengan 3 taraf yaitu G0 : Tanpa
pemberian pupuk GDM ,G1 : Pemberian pupuk GDM 3 ml/l , G2 : Pemberian
pupuk GDM 6 ml/l. Data hasil pengamatan menggunakan analisis sidik ragam
(Anova), dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT)
pada taraf 5%.
Berdasarkan hasil penelitian Interaksi Abu Janjang Kelapa Sawit dan Pupuk
GDM terhadap pertumbuhan tanaman kunyit berpengaruh nyata pada parameter
tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, jumlah anakan per rumpun, berat basah
ix
rimpang buah perrumpun, berat brangasan. Kombinasi (pemberian Abu Janjang
Kelapa Sawit 400 g/polybag dan POC GDM 6 ml/l menunjukkan hasil terbaik.
(Zingiberaceae) yang banyak ditanam di pekarangan, kebun dan di sekitar hutan
jati. Kunyit dikenal sebagai penyedap, penetral bau anyir pada masakan dan juga
sering dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional. Penambahan ameliorant abu
janjang sawit dapat meningkatkan pH, meningkatkan ketersediaan hara makro dan
mikro sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Selain itu pemberian
abu janjang dapat membuat tanah menjadi gembur, tanah yang gembur di
butuhkan bagi tanaman kunyit karena tanah gembur memiliki kesuburan tanah
yang baik, sebagai sumber makanan bagi tanaman, berperan baik bagi
pembentukan dan menjaga struktur tanah dan mengikat bahan kimia toksik dalam
tanah dan air. Selain penggunaan bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik
tanah, pemberian pupuk organic cair GDM juga diperlukan untuk menunjang
pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman. Pupuk organik cair GDM
menstimulasi aktivitas mikroba di dalam tanah yang menghasilkan unsur-unsur
makro seperti Nitrogen (N), Phospor (P), dan Kalium (K).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan
interaksi terbaik pemberian abu janjang kelapa sawit dan POC GDM terhadap
pertumbuhan dan produksi kunyit (Curcuma longa. L)
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu A
(Abu janjang kelapa sawit), terdiri dari 3 taraf, dan faktor G (POC GDM) terdiri
dari 3 taraf, masing-masing terdiri dari 3 ulangan, Jumlah satuan percobaan
sebanyak 27 plot, setiap plot terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman sebagai sampel,
sehingga keseluruhan tanaman adalah 27 x 4 = 108 tanaman. Adapun taraf dari
faktor-faktor adalah Faktor A yaitu A0 : Tanpa pemberian abu janjang, A1:
Pemberian abu janjang 200 gr/ polybag , A2 : Pemberian abu janjang 400
gr/polybag. Faktor G : Pemberian POC GDM dengan 3 taraf yaitu G0 : Tanpa
pemberian pupuk GDM ,G1 : Pemberian pupuk GDM 3 ml/l , G2 : Pemberian
pupuk GDM 6 ml/l. Data hasil pengamatan menggunakan analisis sidik ragam
(Anova), dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT)
pada taraf 5%.
Berdasarkan hasil penelitian Interaksi Abu Janjang Kelapa Sawit dan Pupuk
GDM terhadap pertumbuhan tanaman kunyit berpengaruh nyata pada parameter
tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, jumlah anakan per rumpun, berat basah
ix
rimpang buah perrumpun, berat brangasan. Kombinasi (pemberian Abu Janjang
Kelapa Sawit 400 g/polybag dan POC GDM 6 ml/l menunjukkan hasil terbaik.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-02-24T03:36:36Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah