Pertumbuhan Tanaman Lidah Buaya (Aloe Vera) Akibat Pemberian Pupuk Janjang Sawit Dan Pupuk Organik Cair Nenas
Akbar, Ali
Lidah buaya (Aloe vera L.) berasal dari kepulauan Canary di sebelah Barat
Afrika. Lidah buaya termasuk tanaman dari suku Liliaceae dan dikelompokan pada
tanaman hortikultura (Santosa, 2003).
Tanah PMK saat ini menjadi permasalahan yang dimana memiliki pH
termasuk masam, kandungan P yang rendah, kapasitas tukar kation yang rendah
(KTK) dan tanah yang miskin unsur hara. Sehingga harus adanya upaya yang harus
dilakukan untuk memperbaiki sifat fisik,biologi dan kimia tanah dapat melalui
pemberian pupuk janjang sawit dan pupuk organik cair limbah nenas. Pemberian
pupuk organik yaitu janjang sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik bagi
tanaman, dapat menunjang perkembangan organisme tanah, sehingga tanah
semakin baik dan tersedianya unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman.
Sedangkan POC limbah nenas sangat berperan penting dalam memperbaiki sifat
kimia dan biologi tanah, untuk perbaikan sifat kimia tanah yaitu dapat
meningkatkan unsur hara dan pH serta sifat biologinya yaitu dapat meningkatkan
jumlah dan aktivitas mikroorganisme didalam tanah Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan mendapatkan kombinasi pupuk janjangan sawit dan pupuk
organik cair limbah nenas yang memberikan pengaruh terbaik terhadap
pertumbuhan tanaman Lidah buaya (Aloe vera).
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu A
adalah abu janjang kosong yang terdiri dari 3 taraf dan faktor S adalah POC limbah
nenas yang terdiri dari 3 taraf. Dan masing-masing ada 3 ulangan. Jumlah satuan
percobaan sebanyak 27 plot. Setiap plot terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman
sebagai sampel. Sehingga keseluruhan tanaman adalah 27 x 4 = 108 tanaman.
Adapun taraf dari faktor-faktor adalah A0: Tanpa pemberian abu janjang sawit
kosong, A1: Pemberian abu janjang sawit kosong 2 kg/plot, A2:Pemberian abu
janjang sawit kosong 4 kg/plot, S0: Tanpa pemberian POC limbah nenas, S1:
Pemberian POC limbah nenas 40 ml/liter air, S2: Pemberian POC limbah nenas 80
ml/liter air.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu interaksi pupuk
janjang sawit dan pupuk organik cair limbah nenas terhadap pertumbuhan tanaman
Lidah Buaya (Aloe vera) berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman,
panjang daun, jumlah daun, lebar daun, tebal daun, jumlah anakan. Interaksi
(perlakuan A2S2 (pemberian pupuk janjang sawit 4 kg/plot dan pupuk organik cair
limbah nenas 80 ml/l) menunjukkan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman,
panjang daun, jumlah daun, lebar daun, tebal daun, jumlah anakan.
Afrika. Lidah buaya termasuk tanaman dari suku Liliaceae dan dikelompokan pada
tanaman hortikultura (Santosa, 2003).
Tanah PMK saat ini menjadi permasalahan yang dimana memiliki pH
termasuk masam, kandungan P yang rendah, kapasitas tukar kation yang rendah
(KTK) dan tanah yang miskin unsur hara. Sehingga harus adanya upaya yang harus
dilakukan untuk memperbaiki sifat fisik,biologi dan kimia tanah dapat melalui
pemberian pupuk janjang sawit dan pupuk organik cair limbah nenas. Pemberian
pupuk organik yaitu janjang sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik bagi
tanaman, dapat menunjang perkembangan organisme tanah, sehingga tanah
semakin baik dan tersedianya unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman.
Sedangkan POC limbah nenas sangat berperan penting dalam memperbaiki sifat
kimia dan biologi tanah, untuk perbaikan sifat kimia tanah yaitu dapat
meningkatkan unsur hara dan pH serta sifat biologinya yaitu dapat meningkatkan
jumlah dan aktivitas mikroorganisme didalam tanah Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan mendapatkan kombinasi pupuk janjangan sawit dan pupuk
organik cair limbah nenas yang memberikan pengaruh terbaik terhadap
pertumbuhan tanaman Lidah buaya (Aloe vera).
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua faktor yaitu A
adalah abu janjang kosong yang terdiri dari 3 taraf dan faktor S adalah POC limbah
nenas yang terdiri dari 3 taraf. Dan masing-masing ada 3 ulangan. Jumlah satuan
percobaan sebanyak 27 plot. Setiap plot terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman
sebagai sampel. Sehingga keseluruhan tanaman adalah 27 x 4 = 108 tanaman.
Adapun taraf dari faktor-faktor adalah A0: Tanpa pemberian abu janjang sawit
kosong, A1: Pemberian abu janjang sawit kosong 2 kg/plot, A2:Pemberian abu
janjang sawit kosong 4 kg/plot, S0: Tanpa pemberian POC limbah nenas, S1:
Pemberian POC limbah nenas 40 ml/liter air, S2: Pemberian POC limbah nenas 80
ml/liter air.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu interaksi pupuk
janjang sawit dan pupuk organik cair limbah nenas terhadap pertumbuhan tanaman
Lidah Buaya (Aloe vera) berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman,
panjang daun, jumlah daun, lebar daun, tebal daun, jumlah anakan. Interaksi
(perlakuan A2S2 (pemberian pupuk janjang sawit 4 kg/plot dan pupuk organik cair
limbah nenas 80 ml/l) menunjukkan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman,
panjang daun, jumlah daun, lebar daun, tebal daun, jumlah anakan.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-04-23T07:17:50Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah