Komparasi Sifat Fisik Dan Kimia Tanah Gambut Terbakar Dan Tidak Terbakar Di Kelurahan Tanjung Palas Kota Dumai
Safitri, Nila
Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kebakaran lahan gambut adalah
tingkat kelembaban gambut tersebut. Ketika kelembaban gambut menurun, gambut
cenderung menjadi kering sehingga akan mudah terbakar. Kebakaran lahan gambut
di Dumai khususnya di Kelurahan Tanjung Palas, di lahan milik masyarakat yang
didalamnya berisi pohon akasia, semak belukar dan kebun nenas. Kebakaran yang
terjadi menjadi sebuah tantangan bagi masyarakat setempat dengan luas area
kebakaran 11,5 hektar pada awal kebakaran tanggal 25 februari 2024 dan
kedalaman 2-2,5 meter. Perubahan karakteristik fisik tanah gambut yang terbakar
dapat dilihat dari hilangnya bahan organik akibat panas yang dihasilkan,
meningkatkan bulk density dan menurunkan kadar air tanah. Secara kimiawi,
perubahan bahan organik menjadi abu yang mengandung unsur hara seperti
nitrogen (N), fosfor (F), kalium (K) dan C-organik yang hilang akibat penguapan
selama proses kebakaran berlangsung. Selain itu, kebakaran juga dapat
meningkatkan tingkat pH tanah gambut. Perubahan kimia tesebut hanya
memberikan dampak sementara dan tidak meningkatkan kesuburan tanah dalam
jangka panjang.
Penelitian ini bertujuan mengetahui dan membandingkan sifat fisik dan kimia
tanah gambut terbakar dan tidak terbakar. Penelitian ini dilakukan dengan metode
purposive sampling dengan membuat plot ukuran 20 × 20 m, setiap plot dibuat 3
sub plot dengan ukuran 1 × 1 m yang ditempatkan secara acak. Pengambilan sampel
tanah menggunakan ring dengan tinggi 6 cm, lebar 5 cm dan bor tanah.
Pengulangan sebanyak 3 kali, untuk uji BD dan KA menggunakan metode
gravimetri sedangkan untuk N (kjedhal), P dan K (ekstrak HCL 25%), C-organik
(walkley & black) dan pH (ekstrak 1:5). Data yang diperoleh kemudian dianalisis
menggunakan uji Independent Sample T Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tanah gambut terbakar dan
tidak terbakar seperti bulk density (BD) mengalami peningkatan 0,6 g/cm3
sedangkan kadar air (KA) menurun 13,86%. Sifat kimia tanah gambut diantaranya
N menurun 1%, P 20,17 m/100g, K 16,61 mg/100g, C-organik 6,81% dan pH
meningkat 0,17. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T Test, pada sifat fisik
yaitu BD dan KA terdapat perbedaan yang signifikan. Sifat kimia seperti
kandungan NPK dan C-organik terdapat perbedaan yang signifikan sedangkan pada
pH tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tanah gambut terbakar dan tidak
terbakar.
tingkat kelembaban gambut tersebut. Ketika kelembaban gambut menurun, gambut
cenderung menjadi kering sehingga akan mudah terbakar. Kebakaran lahan gambut
di Dumai khususnya di Kelurahan Tanjung Palas, di lahan milik masyarakat yang
didalamnya berisi pohon akasia, semak belukar dan kebun nenas. Kebakaran yang
terjadi menjadi sebuah tantangan bagi masyarakat setempat dengan luas area
kebakaran 11,5 hektar pada awal kebakaran tanggal 25 februari 2024 dan
kedalaman 2-2,5 meter. Perubahan karakteristik fisik tanah gambut yang terbakar
dapat dilihat dari hilangnya bahan organik akibat panas yang dihasilkan,
meningkatkan bulk density dan menurunkan kadar air tanah. Secara kimiawi,
perubahan bahan organik menjadi abu yang mengandung unsur hara seperti
nitrogen (N), fosfor (F), kalium (K) dan C-organik yang hilang akibat penguapan
selama proses kebakaran berlangsung. Selain itu, kebakaran juga dapat
meningkatkan tingkat pH tanah gambut. Perubahan kimia tesebut hanya
memberikan dampak sementara dan tidak meningkatkan kesuburan tanah dalam
jangka panjang.
Penelitian ini bertujuan mengetahui dan membandingkan sifat fisik dan kimia
tanah gambut terbakar dan tidak terbakar. Penelitian ini dilakukan dengan metode
purposive sampling dengan membuat plot ukuran 20 × 20 m, setiap plot dibuat 3
sub plot dengan ukuran 1 × 1 m yang ditempatkan secara acak. Pengambilan sampel
tanah menggunakan ring dengan tinggi 6 cm, lebar 5 cm dan bor tanah.
Pengulangan sebanyak 3 kali, untuk uji BD dan KA menggunakan metode
gravimetri sedangkan untuk N (kjedhal), P dan K (ekstrak HCL 25%), C-organik
(walkley & black) dan pH (ekstrak 1:5). Data yang diperoleh kemudian dianalisis
menggunakan uji Independent Sample T Test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik tanah gambut terbakar dan
tidak terbakar seperti bulk density (BD) mengalami peningkatan 0,6 g/cm3
sedangkan kadar air (KA) menurun 13,86%. Sifat kimia tanah gambut diantaranya
N menurun 1%, P 20,17 m/100g, K 16,61 mg/100g, C-organik 6,81% dan pH
meningkat 0,17. Berdasarkan hasil uji Independent Sample T Test, pada sifat fisik
yaitu BD dan KA terdapat perbedaan yang signifikan. Sifat kimia seperti
kandungan NPK dan C-organik terdapat perbedaan yang signifikan sedangkan pada
pH tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tanah gambut terbakar dan tidak
terbakar.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-05-07T07:45:54Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah