Perlindungan Hukum Terhadap Pasien Rawat Inap Sebagai Konsumen Perjanjian Jasa Pelayanan Kesehatan Di Klinik Utama Nusa Lima Medika Pekanbaru
Megawati, Jufida
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perlindungan hukum
serta hambatan dan upayanya terhadap pasien rawat inap sebagai konsumen dalam
perjanjian jasa pelayanan kesehatan di Klinik Utama Nusa Lima Medika
Pekanbaru ?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan perlindungan
hukum serta hambatan dan upayanya terhadap pasien rawat inap sebagai
konsumen dalam perjanjian jasa pelayanan kesehatan di Klinik Utama Nusa Lima
Medika Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
hukum sosiologis. Penelitian Hukum Sosiologis ini membahas perlindungan
hukum terhadap pasien rawat inap sebagai konsumen dalam perjanjian jasa
pelayanan kesehatan di Klinik Utama Nusa Lima Medika Pekanbaru. Hasil
Penelitian diketahui bahwa pertama, pelaksanaan perlindungan hukum terhadap
pasien rawat inap sebagai konsumen dalam perjanjian jasa pelayanan kesehatan di
Klinik Utama Nusa Lima Medika Pekanbaru kurang optimal, yaitu pemahaman
yang diterima pasien berbeda-beda sehingga informasi yang ditangkap berbedabeda, dan pasien yang tidak mau tahu untuk apa persetujuan itu harus diberikan
serta terpenting menurut pasien adalah mendapat pelayanan dengan cepat yang
mengakibatkan tidak tersampaikannya informasi dengan baik. Kedua, hambatan
dalam perlindungan hukum terhadap pasien rawat inap sebagai konsumen dalam
perjanjian jasa pelayanan kesehatan di Klinik Utama Nusa Lima Medika
Pekanbaru yaitu kekurangan tenaga medis seperti dokter, perawat dan tenaga
administrasi, kurangnya tenaga penunjang pelayanan medis seperti tenaga
Farmasi, radiologi, dan laboratorium, tingkat pemahaman dari pasien berbedabeda karena faktor Pendidikan, Pasien merasa awam mengenai istilah yang
disampaikan dokter dan Pasien yang tidak mau tahu yang mengakibatkan tidak
tersampaikannya informasi dengan baik. Ketiga, upaya mengatasi hambatan
dalam perlindungan hukum terhadap pasien rawat inap sebagai konsumen dalam
perjanjian jasa pelayanan kesehatan di Klinik Utama Nusa Lima Medika
Pekanbaru yaitu menambah jumlah tenaga medis, tenaga penunjang medis dan
tenaga admisnistrasi dengan cara rekruitmen, memberikan Komunikasi,
Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pasien dengan bahasa yang mudah
dipahami, dan memberikan kesempatan kepada pasien untuk menyampaikan
ketidakpuasannya terhadap pelayanan baik secara langsung maupun melalui
media online disertai dengan bukti yang jelas.
serta hambatan dan upayanya terhadap pasien rawat inap sebagai konsumen dalam
perjanjian jasa pelayanan kesehatan di Klinik Utama Nusa Lima Medika
Pekanbaru ?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan perlindungan
hukum serta hambatan dan upayanya terhadap pasien rawat inap sebagai
konsumen dalam perjanjian jasa pelayanan kesehatan di Klinik Utama Nusa Lima
Medika Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
hukum sosiologis. Penelitian Hukum Sosiologis ini membahas perlindungan
hukum terhadap pasien rawat inap sebagai konsumen dalam perjanjian jasa
pelayanan kesehatan di Klinik Utama Nusa Lima Medika Pekanbaru. Hasil
Penelitian diketahui bahwa pertama, pelaksanaan perlindungan hukum terhadap
pasien rawat inap sebagai konsumen dalam perjanjian jasa pelayanan kesehatan di
Klinik Utama Nusa Lima Medika Pekanbaru kurang optimal, yaitu pemahaman
yang diterima pasien berbeda-beda sehingga informasi yang ditangkap berbedabeda, dan pasien yang tidak mau tahu untuk apa persetujuan itu harus diberikan
serta terpenting menurut pasien adalah mendapat pelayanan dengan cepat yang
mengakibatkan tidak tersampaikannya informasi dengan baik. Kedua, hambatan
dalam perlindungan hukum terhadap pasien rawat inap sebagai konsumen dalam
perjanjian jasa pelayanan kesehatan di Klinik Utama Nusa Lima Medika
Pekanbaru yaitu kekurangan tenaga medis seperti dokter, perawat dan tenaga
administrasi, kurangnya tenaga penunjang pelayanan medis seperti tenaga
Farmasi, radiologi, dan laboratorium, tingkat pemahaman dari pasien berbedabeda karena faktor Pendidikan, Pasien merasa awam mengenai istilah yang
disampaikan dokter dan Pasien yang tidak mau tahu yang mengakibatkan tidak
tersampaikannya informasi dengan baik. Ketiga, upaya mengatasi hambatan
dalam perlindungan hukum terhadap pasien rawat inap sebagai konsumen dalam
perjanjian jasa pelayanan kesehatan di Klinik Utama Nusa Lima Medika
Pekanbaru yaitu menambah jumlah tenaga medis, tenaga penunjang medis dan
tenaga admisnistrasi dengan cara rekruitmen, memberikan Komunikasi,
Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pasien dengan bahasa yang mudah
dipahami, dan memberikan kesempatan kepada pasien untuk menyampaikan
ketidakpuasannya terhadap pelayanan baik secara langsung maupun melalui
media online disertai dengan bukti yang jelas.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-05-22T03:49:36Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah