Pengaruh Waktu Pemanenan Terhadap Kualitas Madu Lebah Apis Mellifera Berdasarkan Sni 8664:2018
Putra, Andi Mandala
Madu merupakan salah satu produk alam yang memiliki banyak manfaat
kesehatan dan nilai ekonomi tinggi. Kualitas madu dipengaruhi oleh berbagai
faktor, salah satunya adalah waktu pemanenan. Standar Nasional Indonesia (SNI)
8664:2018 menetapkan standar kualitas madu yang harus dipenuhi untuk
memastikan produk madu yang aman dan berkualitas tinggi.
Di Provinsi Riau memiliki tanaman sebagai sumber budidaya lebah madu
yang cukup potensial yakni tanaman Acacia crassicarpa. Vegetasi hutan tanaman
Acacia crassicarpa dapat dijadikan sumber pakan lebah madu yang melimpah dan
bersifat berkelanjutan serta tidak mengenal musim paceklik sehingga
dimungkinkan dapat dikembangkan usaha budidaya lebah madu secara menetap
(Pribadi, A dan Purnomo, 2013). Pengetahuan tentang waktu panen terbaik yang
akan menghasilkan madu berkualitas sangat penting bagi peternak. Dengan
demikian, penelitian tentang pengaruh waktu panen terhadap kualitas madu
penting untuk dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemanenan
terhadap kualitas madu lebah Apis mellifera berdasarkan parameter yang
ditetapkan oleh SNI 8664:2018. Untuk menentukan pengaruh waktu pemanenan
terhadap setiap parameter kualitas madu, data yang diperoleh dianalisis
menggunakan Uji ANOVA Dengan kriteria pengambilan keputusan: Jika nilai sig
> 0.05 maka tidak ada pengaruh atau perbedaan, Jika nilai sig < 0.05 maka
terdapat pengaruh atau perbedaan. Pengujian dilakukan menggunakan SPSS versi
26, hasil uji ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji Duncan.
Hasil analisa dengan one way anova menunjukkan bahwa waktu panen
berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar glukosa, sukrosa, enzim diastase dan
HMF madu (P 0,05), dan uji Duncan’s menunjukkan bahwa kadar air, glukosa,
sukrosa, enzim diastase dan HMF madu yang dipanen pagi hari berbeda nyata
dengan yang dipanen siang dan sore hari. Adapun madu yang dipanen siang
dengan sore hari tidak menunjukkan perbedaan kadar air secara signifikan.
Berdasarkan hasil analisis, sesuai SNI Madu 8664:2018 madu waktu yang terbaik
untuk melakukan pemanenan madu Apis mellifera dilakukan pagi hari, lalu sore
hari dan terakhir siang hari.
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh waktu dengan
jenis madu yang berbeda sehingga dapat diketahui kualitas madu dari parameter
yang lain. Penelitian lebih lanjut dapat membantu memahami faktor-faktor yang
mempengaruhi kadar HMF dan mengkonfirmasi temuan ini dengan data tambahan
atau dalam kondisi yang berbeda. Hasil ini memberikan pemahaman tentang
bagaimana kadar HMF bervariasi tergantung pada waktu panen dan menunjukkan
perbedaan yang signifikan antara kelompok siang dan kelompok lainnya.
i
PR
kesehatan dan nilai ekonomi tinggi. Kualitas madu dipengaruhi oleh berbagai
faktor, salah satunya adalah waktu pemanenan. Standar Nasional Indonesia (SNI)
8664:2018 menetapkan standar kualitas madu yang harus dipenuhi untuk
memastikan produk madu yang aman dan berkualitas tinggi.
Di Provinsi Riau memiliki tanaman sebagai sumber budidaya lebah madu
yang cukup potensial yakni tanaman Acacia crassicarpa. Vegetasi hutan tanaman
Acacia crassicarpa dapat dijadikan sumber pakan lebah madu yang melimpah dan
bersifat berkelanjutan serta tidak mengenal musim paceklik sehingga
dimungkinkan dapat dikembangkan usaha budidaya lebah madu secara menetap
(Pribadi, A dan Purnomo, 2013). Pengetahuan tentang waktu panen terbaik yang
akan menghasilkan madu berkualitas sangat penting bagi peternak. Dengan
demikian, penelitian tentang pengaruh waktu panen terhadap kualitas madu
penting untuk dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pemanenan
terhadap kualitas madu lebah Apis mellifera berdasarkan parameter yang
ditetapkan oleh SNI 8664:2018. Untuk menentukan pengaruh waktu pemanenan
terhadap setiap parameter kualitas madu, data yang diperoleh dianalisis
menggunakan Uji ANOVA Dengan kriteria pengambilan keputusan: Jika nilai sig
> 0.05 maka tidak ada pengaruh atau perbedaan, Jika nilai sig < 0.05 maka
terdapat pengaruh atau perbedaan. Pengujian dilakukan menggunakan SPSS versi
26, hasil uji ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji Duncan.
Hasil analisa dengan one way anova menunjukkan bahwa waktu panen
berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar glukosa, sukrosa, enzim diastase dan
HMF madu (P 0,05), dan uji Duncan’s menunjukkan bahwa kadar air, glukosa,
sukrosa, enzim diastase dan HMF madu yang dipanen pagi hari berbeda nyata
dengan yang dipanen siang dan sore hari. Adapun madu yang dipanen siang
dengan sore hari tidak menunjukkan perbedaan kadar air secara signifikan.
Berdasarkan hasil analisis, sesuai SNI Madu 8664:2018 madu waktu yang terbaik
untuk melakukan pemanenan madu Apis mellifera dilakukan pagi hari, lalu sore
hari dan terakhir siang hari.
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh waktu dengan
jenis madu yang berbeda sehingga dapat diketahui kualitas madu dari parameter
yang lain. Penelitian lebih lanjut dapat membantu memahami faktor-faktor yang
mempengaruhi kadar HMF dan mengkonfirmasi temuan ini dengan data tambahan
atau dalam kondisi yang berbeda. Hasil ini memberikan pemahaman tentang
bagaimana kadar HMF bervariasi tergantung pada waktu panen dan menunjukkan
perbedaan yang signifikan antara kelompok siang dan kelompok lainnya.
i
PR
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-07-04T08:39:16Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah