Pengungkapan Pencurian Dengan Kekerasan Di Wilayah Hukum Kepolisian Sektor Bukit Raya
Putra, Edriawan
Penelitian ini di latarbelakangi beberapa hambatan dalam pengungkapan hukumnya
seperti barang bukti hasil kejahatan sulit ditemukan disebabkan oleh pelaku
disembunyikan dan tersangka memberikan keterangan yang berbeda-beda pada saat
dilakukan pemeriksaan dan penyidikan guna mengumpulkan informasi dari
tersangka. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Pengungkapan
Pencurian Dengan Kekerasan di Wilayah Hukum Kepolisian Sektor Bukit Raya,
faktor yang menjadi penghambat yang timbul serta upaya yang dilakukan guna
mengatasi hambatan yang timbul tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan
Pengungkapan Pencurian Dengan Kekerasan di Wilayah Hukum Kepolisian Sektor
Bukit Raya, untuk menjelaskan hambatan dan menjelaskan upaya mengatasi
hambatan. Metode yang dipergunakan adalah penelitian hukum sosiologis, Sumber
data terdiri atas data primer, data sekunder, dan data tertier dengan teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan kajian kepustakaan. Data
yang diperoleh akan dianalisa menggunakan metode kualitatif, yaitu data akan
dijelaskan dengan dengan menguraikan secara deskriptif dari data yang telah
diperoleh. Dalam menganalisa kesimpulan Penulis menerapkan Metode berfikir
induktif yaitu suatu pernyataan atau dalil yang bersifat khusus menjadi suatu
pernyataan atau kasus yang bersifat umum. Berdasarkan hasil penelitian diketahui
bahwa belum berjalan sebagaimana mestinya karena masih jauh memuaskan yang
mana dari kejadian penangkapan tidak menujukan surat perintah penahan dan dalam
melakukan penangkapan terjadinya penganiayaan, penyalahgunaan kekuasaan oleh
pejabat aparat hukum dalam pemeriksaan penyidikan terhadap tersangka. Hambatan
yang timbul adalah barang bukti hasil curian sulit ditemukan disebabkan oleh pelaku
disembunyikan, dalam hal mengumpulkan bukti tersebut membutuhkan waktu yang
cukup untuk mencari barang bukti hasil pencuriannya, tersangka memberikan
keterangan yang berbeda-beda pada saat dilakukan pemeriksaan dan penyidikan guna
mengumpulkan informasi dari tersangka dan kurangnya kesadaran masyarakat
terhadap kepatuhan dan ketaatan pada hukum merupakan indikator efektivitas
berlakunya hukum tersebut di tengah-tengah masyarakat dengan upaya melakukan
pengawasan baik dari Internal Kepolisian terhadap perlindungan hak-hak tersangka,
meningkatkan penyuluhan hukum baik bagi aparat penegak hukum maupun
masyarakat perihal ketentuan-ketenuan yang ada didalam Kitab Undang-undang
Hukum Acara Pidana sehingga mereka dapat mengetahui hak dan kewajibannya
apabila berhubungan dengan perbuatan pidana, meningkatkan sarana dan prasarana
untuk memfasilitasi operasional pelaksanaan tugas dan kegiatan tehadap proses
penyelidikan tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini.
seperti barang bukti hasil kejahatan sulit ditemukan disebabkan oleh pelaku
disembunyikan dan tersangka memberikan keterangan yang berbeda-beda pada saat
dilakukan pemeriksaan dan penyidikan guna mengumpulkan informasi dari
tersangka. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Pengungkapan
Pencurian Dengan Kekerasan di Wilayah Hukum Kepolisian Sektor Bukit Raya,
faktor yang menjadi penghambat yang timbul serta upaya yang dilakukan guna
mengatasi hambatan yang timbul tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan
Pengungkapan Pencurian Dengan Kekerasan di Wilayah Hukum Kepolisian Sektor
Bukit Raya, untuk menjelaskan hambatan dan menjelaskan upaya mengatasi
hambatan. Metode yang dipergunakan adalah penelitian hukum sosiologis, Sumber
data terdiri atas data primer, data sekunder, dan data tertier dengan teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan kajian kepustakaan. Data
yang diperoleh akan dianalisa menggunakan metode kualitatif, yaitu data akan
dijelaskan dengan dengan menguraikan secara deskriptif dari data yang telah
diperoleh. Dalam menganalisa kesimpulan Penulis menerapkan Metode berfikir
induktif yaitu suatu pernyataan atau dalil yang bersifat khusus menjadi suatu
pernyataan atau kasus yang bersifat umum. Berdasarkan hasil penelitian diketahui
bahwa belum berjalan sebagaimana mestinya karena masih jauh memuaskan yang
mana dari kejadian penangkapan tidak menujukan surat perintah penahan dan dalam
melakukan penangkapan terjadinya penganiayaan, penyalahgunaan kekuasaan oleh
pejabat aparat hukum dalam pemeriksaan penyidikan terhadap tersangka. Hambatan
yang timbul adalah barang bukti hasil curian sulit ditemukan disebabkan oleh pelaku
disembunyikan, dalam hal mengumpulkan bukti tersebut membutuhkan waktu yang
cukup untuk mencari barang bukti hasil pencuriannya, tersangka memberikan
keterangan yang berbeda-beda pada saat dilakukan pemeriksaan dan penyidikan guna
mengumpulkan informasi dari tersangka dan kurangnya kesadaran masyarakat
terhadap kepatuhan dan ketaatan pada hukum merupakan indikator efektivitas
berlakunya hukum tersebut di tengah-tengah masyarakat dengan upaya melakukan
pengawasan baik dari Internal Kepolisian terhadap perlindungan hak-hak tersangka,
meningkatkan penyuluhan hukum baik bagi aparat penegak hukum maupun
masyarakat perihal ketentuan-ketenuan yang ada didalam Kitab Undang-undang
Hukum Acara Pidana sehingga mereka dapat mengetahui hak dan kewajibannya
apabila berhubungan dengan perbuatan pidana, meningkatkan sarana dan prasarana
untuk memfasilitasi operasional pelaksanaan tugas dan kegiatan tehadap proses
penyelidikan tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-09-01T07:15:28Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah