Interaksi Pemberian Pupuk Kandang Ayam Dan Pupuk Organik Cair Gdm Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Prei (Allium Ampeloprasum L.)
Tambak, Sartison
Bawang prei (Allium ampeloprasum L.) atau yang biasa disebut daun bawang
merupakan jenis sayuran dengan kebutuhan produksi yang sangat tinggi di Indonesia,
khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Produksi bawang prei di Provinsi Riau
cenderung menurun setiap tahunnya. Selama periode tahun 2020 sampai 2022 produksi
bawang prei di Riau secara berturut – turut adalah 4,5 ton, 3,42 ton, dan 2,92 ton (Badan
Pusat Statistik, 2022). Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
produksi dan produktivitas bawang prei yaitu dengan peningkatan kualitas tanah melalui
pemberian pupuk organik. Pemupukan dasar yang baik adalah dengan diberikannya pupuk
kandang ayam dan POC GDM. Pupuk kandang ayam yang mempunyai fungsi antara lain
menambah unsur hara tanaman, menambah kandungan humus dan bahan organik tanah,
memperbaiki struktur tanah serta memperbaiki jasad renik tanah. Pupuk organik cair GDM
mampu menunjang pertumbuhan akar sehingga tanaman menjadi lebih kuat dan lebih baik
dalam penyerapan nutrisi.
Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas
Lancang Kuning dengan ketinggian 16 meter diatas permukaan laut, serta topografi datar
dengan jenis tanah Podzolik Merah Kuning (PMK). Penelitian ini dilaksanakan selama 4
bulan, dimulai dari Juni - September 2024. Penelitian dilaksanakan secara eksperimen
dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua
faktor yaitu A (pupuk kandang ayam) terdiri dari 3 taraf, dan faktor G (POC GDM) terdiri
dari 3 taraf, dan masing-masing terdapat 3 ulangan, jumlah satuan percobaan sebanyak 27
plot, setiap plot terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman digunakan sebagai sampel, maka
keseluruhan tanaman adalah 27 x 4 = 108 tanaman.
Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa interaksi pupuk kandang ayam dan
POC GDM berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman,
jumlah daun, jumlah anakan, dan berat tanaman. Hasil uji lanjut dapat diketahui bahwa
interaksi pupuk kandang ayam dan POC GDM berbeda nyata terhadap semua perlakuan.
Perlakuan terendah pada A0G0 (Tanpa pemberian pupuk kandang ayam dan POC GDM) dan
tertinggi pada perlakuan A2G2 (Pemberian pupuk kandang ayam 500 g/polybag dan
pemberian POC GDM 6 ml/polybag).
merupakan jenis sayuran dengan kebutuhan produksi yang sangat tinggi di Indonesia,
khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Produksi bawang prei di Provinsi Riau
cenderung menurun setiap tahunnya. Selama periode tahun 2020 sampai 2022 produksi
bawang prei di Riau secara berturut – turut adalah 4,5 ton, 3,42 ton, dan 2,92 ton (Badan
Pusat Statistik, 2022). Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
produksi dan produktivitas bawang prei yaitu dengan peningkatan kualitas tanah melalui
pemberian pupuk organik. Pemupukan dasar yang baik adalah dengan diberikannya pupuk
kandang ayam dan POC GDM. Pupuk kandang ayam yang mempunyai fungsi antara lain
menambah unsur hara tanaman, menambah kandungan humus dan bahan organik tanah,
memperbaiki struktur tanah serta memperbaiki jasad renik tanah. Pupuk organik cair GDM
mampu menunjang pertumbuhan akar sehingga tanaman menjadi lebih kuat dan lebih baik
dalam penyerapan nutrisi.
Penelitian ini telah dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas
Lancang Kuning dengan ketinggian 16 meter diatas permukaan laut, serta topografi datar
dengan jenis tanah Podzolik Merah Kuning (PMK). Penelitian ini dilaksanakan selama 4
bulan, dimulai dari Juni - September 2024. Penelitian dilaksanakan secara eksperimen
dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari dua
faktor yaitu A (pupuk kandang ayam) terdiri dari 3 taraf, dan faktor G (POC GDM) terdiri
dari 3 taraf, dan masing-masing terdapat 3 ulangan, jumlah satuan percobaan sebanyak 27
plot, setiap plot terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman digunakan sebagai sampel, maka
keseluruhan tanaman adalah 27 x 4 = 108 tanaman.
Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa interaksi pupuk kandang ayam dan
POC GDM berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman,
jumlah daun, jumlah anakan, dan berat tanaman. Hasil uji lanjut dapat diketahui bahwa
interaksi pupuk kandang ayam dan POC GDM berbeda nyata terhadap semua perlakuan.
Perlakuan terendah pada A0G0 (Tanpa pemberian pupuk kandang ayam dan POC GDM) dan
tertinggi pada perlakuan A2G2 (Pemberian pupuk kandang ayam 500 g/polybag dan
pemberian POC GDM 6 ml/polybag).
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-10-17T02:55:17Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah