EFISIENSI PUPUK POSFAT AKIBAT KOMBINASI INOKULASI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA)-SP36TERHADAP ARSITEKSTUR AKAR KELAPA SAWIT (Elaeis quineensis Jacq) DI MAIN NURSERY
LESTARI, SRI UTAMI; MURYANTO, MURYANTO; MUTRYARNY, ENNY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Fungi Mikoriza
Arbuskula (FMA) – Pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan tanaman kelapa sawit (Elaeis
guineensis Jacq) di main nursery. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini disusun dalam
Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, yang terdiri dari 9 (sembilan) taraf dan3 (tiga)
ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam, apabila F hitung ≥
F table 5% maka dilakukan uji lanjut dengan Duncant Multiple Range Test (DMRT) pada taraf
5%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun
(helai), panjang akar (cm), jumlah akar lateral (helai), luas daun (cm2
) dan diameter batang
(cm), arsitektur akar, serapan P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinaSI
FMA dan Pupuk SP-36 berpengaruh bernyata terhadap tinngi tanaman, luas daun dan panjang
akar, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, dan jumlah akar lateral.
Hasil terbaik pemberian kombinasi FMA dan Pupuk SP-36 terdadap ada taraf perlakuan M4
dengan dosis FMA 15 gram/polybag dan dosis 2,25 gram/polybag. Kombinasi antara inokulasi
FMA dan Pupuk SP-36 mempengaruhi arsitektur akar bibit kelapa sawi di main nursery,
Kombinasi antara inokulasi FMA dan Pupuk SP-36 mempengaruhi serapan P tanaman kelapa
sawit di main nursery
Kata Kunci :arsitektur,kelapa sawit,mikoriza, serapan P,SP-36
Arbuskula (FMA) – Pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan tanaman kelapa sawit (Elaeis
guineensis Jacq) di main nursery. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini disusun dalam
Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, yang terdiri dari 9 (sembilan) taraf dan3 (tiga)
ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam, apabila F hitung ≥
F table 5% maka dilakukan uji lanjut dengan Duncant Multiple Range Test (DMRT) pada taraf
5%. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun
(helai), panjang akar (cm), jumlah akar lateral (helai), luas daun (cm2
) dan diameter batang
(cm), arsitektur akar, serapan P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinaSI
FMA dan Pupuk SP-36 berpengaruh bernyata terhadap tinngi tanaman, luas daun dan panjang
akar, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, dan jumlah akar lateral.
Hasil terbaik pemberian kombinasi FMA dan Pupuk SP-36 terdadap ada taraf perlakuan M4
dengan dosis FMA 15 gram/polybag dan dosis 2,25 gram/polybag. Kombinasi antara inokulasi
FMA dan Pupuk SP-36 mempengaruhi arsitektur akar bibit kelapa sawi di main nursery,
Kombinasi antara inokulasi FMA dan Pupuk SP-36 mempengaruhi serapan P tanaman kelapa
sawit di main nursery
Kata Kunci :arsitektur,kelapa sawit,mikoriza, serapan P,SP-36
Detail Information
- Publisher
- Fakultas Pertanian, Universitas Lancang Kuning
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2019-10-21T10:12:22Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah